Rohul, NAWACITAPOST.COM - Berawal dari isu atau dikabarkan senilai kurang lebih RP 12.887.200.000,00 atau 11.687.200.000,00 bocor data Rekap Beban Belanja Yang Belum Tertampung Pada Ranperda APBD Tahun Anggaran 2022.
Ternyata pekerjaan puluhan dugaan proyek itu setelah ditelusuri, Proyek Penunjuk Langsung atau Pemilihan Langsung (PL) dikerjakan di wilayah Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), melalui Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) setempat.
Mirisnya bukan ruangan kelas belajar (RKB) tempat murid belajar yang dibangun sesuai keluhan kebutuhan murid sekolah selama ini seperti yang sudah musibah kebakaran sesuai kebutuhan, malah Disdikpora Rohul dinilai memprioritaskan anggaran APB Rohul untuk bangunan semenisasi halaman sekolah dan Pagar Sekolah.
Selain puluhan proyek semenisasi, diantaranya dalam data yang bocor itu, ada Anggaran Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Rohul Porprov 2022 dari Rp 1 Miliar menjadi Rp 1.5 Miliar, Kebutuhan Gaji Guru Bantu Provinsi dibebankan ke APBD Rp 787.200.000, Pramuka Rp 300.000.000 Kegiatan Cetak Buku Rapor SD, SMP se Kabupaten Rohul masing Rp 200.000.000, Cetak Buku Induk SD se Kabupaten Rohul Rp 200.000.000
Yang tertulis sesuai dalam data tersebut "Top Down, diduga Bernomor punggung, konfirmasi ke Pendidikan ketersediaan anggarannya, Proposal disposisi Bupati, masing-masing puluhan semenisasi,, beberapa pagar dengan Pagu Anggaran rata-rata Rp 200.000.000/1 proyek".
Tidak itu saja ada beberapa diduga "kode" tertulis. Kemudian sesuai investigasi media ini bulan Desember Tahun 2022 ini di lapangan, terlihat benar ada yang sudah siap dikerjakan semenisasi di halaman Sekolah Dasar Negeri (SDN) dan SMP Negeri.
Ada di wilayah Kecamatan Rambah Samo, Rambah, Bangun Purba, Rambah Hilir, Tanbusai Utara, Kabun, Tandun, Rokan IV Koto, Ujungbatu, Kepenuhan, Kepenuhan Hulu, Bonai Darussalam
Dimana proyek dugaan siluman tak bertuan itu, begitu siap dikerjakan, langsung dicabut plang Proyeknya agar tidak diketahui CV apa yang kerjakan dan pengawas nya CV apa ?, Dari mana sumber dananya ? berapa nomor kontrak dan Anggaran kontrak kerjanya.
Dari hasil investigasi juga, pekerjaan diduga asal jadi, diduga tidak sesuai bestek perencanaan, hingga terendus dugaan proyek siluman yang dibagi-bagi, kuat dugaan sarat korupsi.
Bahkan yang tertulis di data itu sesuai nama sekolah, ada diduga yang tidak dikerjakan (FIKTIF). Namun hal ini media ini terus melakukan penelusuran dan konfirmasi berdasarkan Undang-undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP) kepada pihak terkait. Apa anggaran nya ada dicairkan atau tidak dari Dinas Terkait ?.
"Proyek tersebut sesuai didata yang terendus diduga beromor Punggung" "dengan kode : kebutuhan top .........," demikian dikutip tulisan dalam data isu proyek "top down" tersebut.
Dari penelusuran di google internet, "Proyek Top-down" adalah, Pendekatan manajemen top-down adalah salah satu contoh strategi di mana proses pengambilan keputusan terjadi di tingkat teratas kemudian dikomunikasikan ke seluruh tim. Gaya ini dapat diterapkan di tingkat proyek, tim, atau bahkan perusahaan dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan kelompok tertentu.
Dibeberapa hari diantarnya pada hari Jumat (23/12/2022) tim media nawacitapost.com & Yutub Nawacita TV melakukan konfirmasi di Lokasi pekerjaan sesuai data semenisasi halaman sekolah, kata narasumber yang tidak ditulis namanya, membenarkan pekerjaan itu baru dalam bulan ini siap dikerjakan. "Plang Proyeknya dicabut mereka pak, saya juga tak tahu nama nya itu," kata narasumber menjawab.
Kemudian Salah satu Kepala Sekolah, juga membenarkan Proyek semenisasi di sekolah nya itu, baru bulan ini siap dikerjakan dari Disdikpora Rohul. Bahkan ia juga berterima kasih ada bangunan semenisasi tersebut yang diberikan di sekolahnya.
"Kami berterima kasih sekolah kami diperhatikan, namun anggaran dan yang kerjakan kurang tahu, masih belum ada diserahkan kepada kami lagi, awalnya ada plang Proyek, namun sudah dibawa lagi. Biasanya ada yang kami tanda tangan bila ada masuk pekerjaan proyek di sekolah kami, kalau yang semenisasi itu , masih belum lagi, kurang tahu juga saya pak," sebut Kepseknya dari Unjung seluler HP nya
Terkait proyek tersebut, beberapa Anggota DPRD Rohul yang media ini melakukan konfirmasi media ini, para anggota DPRD Rohul tidak mau memberikan komentar. Ada yang menyampaikan, di konfirmasi ke pimpinan saja.
Sementara itu, Penjabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga (Disdikpora) Pemkab Rohul Mawardi yang dikonfirmasi Senin (12/12/2022) lalu, dengan awak media mengawali komunikasi via pesan WhatsApp, selamat pagi pak PPK konfirmasi data Pekerjaan ini pak ? dengan mengirim foto screenshot data proyek dimaksud.
Masuk anggaran mana, APBD murni atau perubahan atau DAK ya Pak ?, Kemudian apa pekerjaan sudah selesai semua ya pak ?
Jawab Mawardi selaku PPJ melalui Pesan dari nomor WhatsApp HP nya, "Sepertinya perobahan pak, kalau semenisasi hampir separoh dan kalau pagar belum ada yang melaporkan kepada kami selesai," tulisnya.
Lalu awak jawab dan tanya lagi, Ok pak, apa Top Down ini ya pak ?, Kata Mawardi pihaknya tidak mengetahui. "Kalau itu saya kurang mengerti pak," tuturnya dan ia mengaku saat itu dalam perjalanan menuju Kecamatan Tambusai Utara untuk melihat pekerja yang ada dalam data tersebut.
Awak media mencoba untuk bisa konfirmasi lebih jelas, untuk bisa langsung bertemu, bermaksut langsung wawancara kalau ada waktu pak ?, jawab PPK Disdikpora Pemkab Rohul, "Kalau Ada Waktu," tulisnya saat itu.
Sebelumnya juga Sekda Rohul Muhammad Zaki yang dikonfirmasi wartawan usai menghadiri Rapat Paripurna DPRD Rohul belum lama inj, pihaknya tidak mengetahui, bahkan ia meminta kepada wartawan untuk menginformasikan data itu dari mana dapat.
"Saya tidak tahu data itu. Dari mana dapat datanya itu ?," kata Sekda Rohul sangat akrab saat itu yang mana saat itu awak media juga tak mau merekam pembicaraan.
Yang dikonfirmasi :
1. Apa benar nama proyek Diduga "Top Down Bernomor Punggung" ?
2. Apa aturan Proyek Diduga "Top Down Bernomor Punggung" ?
3. Apa dan dari mana Anggaran Pelaksanaan Proyek Diduga "Top Down Bernomor Punggung" itu ?
4. Apa sudah di kerjakan semua Proyek
Diduga "Top Down Bernomor Punggung" tersebut ?
5. Apa sudah selesai PHO atua apa sudah semua dilakukan pencarairan proyek Diduga "Top Down Bernomor Punggung" itu ?
6. Mengapa semua proyeknya prioritas semenisasi lapangan dan Pagar sekolah bukan Ruangan Kelas Belajar murid yang sangat dibutuhkan selama ini yang sudah sejumlah sekolah terbakar RKB nya ?
Konfirmasi melalui pesan WhatsApp ini pun, Bupati, Sekda, Pimpinan dan Anggota DPRD Rohul sesuai Yth yang di dikirim kan mediia ini, tak ada yang mau menyampaikan, benar atau tidak dugaan data Proyek PL ,"Siluman, Top Down Bernomor Punggung" tersebut.
Namun Salah satu Anggota DPRD Rohul, merasa di Dapil pemilihan nya, tidak diperhitungkan di Kabupaten Rokan Hulu, meski saat Pilkada saat itu, salah satu Kecematan yang terbanyak suara.
(Editor Tim Kantor PT. MNI Jakarta & Fahrin Waruwu)