Kamis, 4 Juni 2026

IPM : Perbaiki Kepercayaan Publik, Ditpropam Polri Harus Lebih Aktif dan Lebih Tegas

Photo Author
Agus Irawan, Nawacita Post
- Rabu, 29 Desember 2021 | 10:56 WIB
Jakarta, NAWACITAPOST- Belakangan bermunculan kembali peristiwa-peristiwa yang membuat image negatif terhadap institusi Polri.

Peristiwa yang terjadi karena perbuatan oknum-oknum anggota yang kurang mampu menerjemahkan visi misi Kapolri Bapak Jend Listyo Sigit. Sehingga opini publik terstigma seolah Kapolri sekarang lemah dan tidak mampu tegas. Selain itu image negatif terhadap institusi Polri semakin menyerang dan mencoreng lembaga penegak hukum ini.

"Kami melihat minggu - minggu terakhir ini saja ada beberapa peristiwa yang sangat mencoreng institusi Polri, diantaranya kasus pemukulan remaja di wilayah Polrestabes Medan yang kemudian diambil alih Polda kasusnya," kata Direktur Eksekutif Indonesia Police Monitoring Ferdinand Hutahaean, Rabu (29/12/2021).

 

Selain itu, kata dia, yang kedua kejadian di Bekasi yang menyuruh pelapor menangkap sendiri pelaku atau terlapor pencabulan. Ketiga kasus-kasus penistaan dan pelecehan yang terjadi melalui media sosial terhadap Presiden yang dilakukan oleh Bahar Smith dan terakhir masih terlalu bebasnya kaum intoleran melakukan aksinya hingga pelarangan perayaan ibadah Natal serta masih ada beberapa peristiwa yang kemudian membuat publik kembali mempertanyakan keseriusan Polri sebagai pelayan, pelindung dan pengayom. Di media sosial muncul kembali tagar #PercumaLaporPolri dan lain-lain.

Ferdinand menegaskan bahwa Indonesia Police Monitoring sangat prihatin dengan peristiwa ini. Prihatin terhadap keseriusan oknum-oknum anggota untuk melaksanakan visi misi Kapolri Kend Listyo Sigit. Padahal sudah banyak yang dilakukan oleh Kapolri, menyampaikan amanat, perintah, petunjuk, arahan dan peraturan agar jajaran Polri bisa bekerja dengan baik dan Presisi.

"Tapi masih saja ada oknum-oknum anggota yang belum mampu merubah kultur kerjanya hingga mencoreng institusi Polri," tegasnya.

Untuk hal ini, Indonesia Police Monitoring meminta kepada Ditpropam Polri agar lebih aktif, lebih tegas dan lebih keras dalam menegakkan disiplin terhadap anggota Polri yang tidak mampu bekerja profesional.

Ditpropam jangan hanya menunggu laporan, tapi harus proaktif melihat kejanggalan dilapangan dan langsung turun melakukan pemeriksaan dan memberi sanksi kepada anggota yang terbukti melanggar etika dan SOP yang ada.

"Jangan diam, jangan biarkan Kapolri bekerja sendirian, semua direktorat harus melakukan pembinaan kepada jajarannya supaya Polri semakin dipercaya rakyat kedepan sebagai pelayan, pelindung dan pengayom masyarakat," bebernya.

BACA JUGA : https://nawacitapost.com/nasional/2021/12/28/sombong-gambar-wajahnya-ada-di-kaos-napi-denny-siregar-bahar-smith-memang-cocok-menetap-di-penjara/

Editor: Agus Irawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini