“Pola ukiran kaligrafi didapatkan dari kertas yang sudah diprint, termasuk cetakan untuk hiasan frame kaligrafinya. Selanjutnya kertas bergambar tersebut ditempel ke pipa paralon yang sudah dipotong sesuai kebutuhan”, jelas Hasdi sebagai staf Bimbingan Kerja. “Lampu warna-warni di dalam paralon saat dihidupkan membuat lukisan nampak hidup dan indah. Semakin rumit motif, pembuatan membutuhkan waktu lebih lama. Pembuatannya butuh ketelitian dan ketelatenan. Butuh kesabaran karena ini karya seni,” lanjutnya.
Hingga saat ini, kerajinan yang dihasilkan oleh warga binaan Rutan Selayar semakin beragam dan bertambah. “Kami senantiasa berupaya untuk sepenuhnya memberikan wadah kreatifitas bagi warga binaan untuk berlatih dan berinovasi selama dalam masa pembinaan di dalam Rutan”, ungkap Nana Herdiana selaku Kepala Rutan Selayar.
Hasil kerajinan kaligrafi ini juga rencananya akan dipasarkan melalui galeri Rutan bersama dengan hasil kerajinan warga binaan yang lain, tak terkecuali publikasi melalui media sosial. Hal ini dilakukan untuk lebih memudahkan memperkenalkan karya-karya warga binaan kepada masyarakat luas. (Kornelius Wau)
Simak informasi menarik lainnya di yputube NAWACITA TV
https://youtu.be/L13MDeV2XKA