Sabtu, 18 Juli 2026

Bangun Citra Positif, Ditangan Yohanis Varianto, Karutan Salemba Membawa Perubahan Bagi WBP

Photo Author
Agus Irawan, Nawacita Post
- Selasa, 9 November 2021 | 15:15 WIB
Jakarta, NAWACITAPOST - Kepala Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Jakarta Pusat atau lebih dikenal dengan Rutan Salemba, Yohanis Varianto mengatakan bahwa Rutan Salemba adalah salah satu unit pelaksana teknis di bawah Direktorat Jenderal Kemasyarakatan (Dirjenpas) di bawah naungan Kementrian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Republik Indonesia.

 

"Rutan itu tugasnya adalah dibidang perawatan, dan melakukan pembinaan juga dan memberikan pelayanan terkait dengan hak Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP)," kata Yohanis kepada NAWACITA TV dan Nawacitapost, com di saat ditemui di Rutan Salemba beberapa waktu lalu.

Disela perbicangan dengan Nawacitapost dan Nawacita TV Yohanis menyampaikan bahwa ada juga pengklasifikasian Rutan, khususnya Kelas I itu berdasarkan dengan kapasitas hunian.

" Saat ini kapasitas hunian yang kami punya 1500 WBP, tapi realitasnya tertanggal hari ini dihuni kurang lebih 3500 WBP bisa dikatakan over kapasitas, tutur Varit," ungkapnya.

Menurut dia, di masa pandemi ini memang kita ada surat edaran dari Dirjenpas, bahwa kita hanya menerima tahanan A3. Artinya bahwa tahanan yang sudah mau dilimpahkan atau menjadi tahanan hakim pengadilan dan akan disidangkan.

"Kami juga masih mempunyai tahanan titipan diluar Rutan, yang berada di Polda Metrojaya, Polres Jakarta Pusat, Polres Jakarta Barat, karena wilayah Rutan Salemba itu meliputi wilayah Jakarta Barat dan Jakarta Pusat," tegasnya.

Ada juga pengklasifikasian Rutan kelas IIB, itu sama berdasarkan isi hunian yang ada di berbagai daerah. Rutan kelas I karena mungkin tingkat kriminalitasnya tinggi sehingga isi huniannya jadi banyak dan juga dengan berbagai kasus.

Dimasa pandemi, dengan hunian yang over pastinya berkerumun WBP tidak bisa dihindari.



"Untuk mencegah terjadi penyebaran covid 19, seluruh WBP kami lakukan rapit tes antigen dan terus mengingatkan pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat, selalu mencuci tangan, dan memakai masker," pungkasnya.

 

"Kita juga membagikan masker, memberi vitamin kepada WBP untuk meningkatkan imun mereka, dan kita punya suatu pilot projet menghindari kerumunan dengan memindahkan warga binaan ke lapas terdekat," ucapnya.

-


Dalam rangka vaksinasi, tentu ada resistensi tapi kita lakukan edukasi, sosialisasi dan memberi pengertian tentang pentingnya manfaat vaksinasi dan kegunaan kartu vaksin, baik kepada ASN dan WBP, sehingga 3000 an WBP sudah selesai dilakukan vaksin ke 2, hanya beberapa saja WBP yang belum tervaksin karena faktor kesehatan misal komorbit.

Sementara itu, kata dia, diawal pelaksanaan vaksinasi banyak sekali kendala yang ada, termasuk dengan identitas dari WBP namun berkat dari pimpinan kita khususnya Bapak Kepala Kanwil Kemenkumham DKI Jakarta yang sangat responsif, beliau melakukan langkah langkah dengan mengumpulkan seluruh UPT untuk bisa kerjasama dengan pihak terkait dan beliau langsung koordinasi dengan Gubernur DKI, dalam hal ini Dinas dukcapil dan pihak terkait sehingga puji Tuhan, WBP kita yang terkendala dengan identitas bisa teratasi dan bisa melaksanakan vaksinasi, lanjut Varit.

Selanjutnya bagi tahanan yang baru masuk, kita berlakukan syarat harus punya hasil pcr dan punya identitas, dan sudah vaksin atau belum dari pihak penahan. Setelah itu wajib menjalani karantina sesuai dengan protap yang berlaku, dan kemudian sebelum masuk ke dalam blok hunian di pcr lagi guna memastikan yang bersangkutan bersih dari covid 19.

Selama pandemi ini juga banyak hal yang menjadi kendala, meskipun begitu WBP tetap mendapatkan hak haknya seperti mendapat kunjungan meskipun secara daring atau video call, dan memudahkan keluarga mendaftarkan kunjungan lewat media sosial yang kami punya.

Kegiatan pembinaan kerohanian juga kami laksanakan, dan tetap berjalan baik. Adapun kegiatan dengan melibatkan pihak luar secara daring, bahkan jika ada yang memerlukan bantuan hukum, dan pelayanan terkait hak warga binaan, kita tetap koordinasi dengan keluarga dan itu semua berikan secara gratis.

Termasuk juga pelaksanaan program asimilasi mandiri di rumah, merupakan suatu kebijakan Bapak Menteri yang sangat luar biasa. Kami sudah lakukan bagi seribuan WBP yang memenuhi persyaratan, dan ini sangat membantu kami mengurangi over kapasitas yang terjadi.

Selain pembinaan, kita melaksanakan pelatihan terhadap WBP guna meningkatkan skill mereka ketika selesai menjalani masa tahanan. Diantaranya pelatihan mebeller, handicraft, ada juga londry, cukur rambut, bahkan dalam bulan ini kita mulai bekerjasama dengan pihak ketiga dalam kegiatan budidaya ubi jepang sebagai Program Unggulan Rutan Salemba.

"Meskipun kami tidak memiliki lahan, tapi kami lakukan dengan menanam di polibag, memanfaatkan space yang ada dimana ubi ini bisa ditanam dimedia yang sangat sederhana, namun hasilnya sangat luarbiasa dan bisa panen dalam waktu 45 hari, atau 3 bulan jika ingin ubi yang cukup besar dan sepanjang tahun kita akan panen terus," ujarnya.

Perihal hasil panen, kita langsung serahkan ke pihak ketiga sebagai penampung untuk pengolahan dan pemasaran hasil dari panen ubi jepang tersebut, sehingga hasilnya bisa kita setorkan sebagai Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP).

"Adapun hasil olahan dari ubi jepang ini bisa menjadi tepung, jadi bahan baku mie ayam bahkan bisa menjadi bahan untuk pakan ternak, kita akan action Bulan ini, "Pungkas Karutan ayah satu anak ini bersemangat.

Dalam hal birokrasi melayani yang selalu digaungkan Bapak Menteri, semua bentuk pelayanan kami kepada warga binaan dilakukan sesuai SOP yang berlaku, terhadap siapapun tanpa pilih kasih, dilakukan dalam bentuk terbuka apa adanya tanpa ada yang kami tutupi dan ini kami lakukan dengan sepenuh hati berkat bimbingan dan arahan Bapak Menteri sebagai nakhoda kami khususnya di lingkungan Kemenkumham.

Dengan adanya media khususnya Nawacita TV, Karutan Varit berpesan dalam hal publikasi harus tetap kritis dalam hal kinerja kami khususnya di lingkungan Rutan Salemba ini dan berharap memberitakan sesuatu yang positif dan apa adanya, transparan dan memberikan edukasi kepada masyarakat, tutup Varit (oktav/Kornelius)

SIMAK VIDEO : WAWANCARA NAWACITA TV DENGAN KARUTAN SALEMBA, YOHANIS VARIANTO

https://youtu.be/PsnJiO4QTW0

 

Editor: Agus Irawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

Pria Meninggal Mengapung di Sungai Siak

Jumat, 17 Juli 2026 | 16:25 WIB