Baca Juga : Gebyar Akhir Tahun ! Nawacita TV Gelar Kontes Berhadiah Jutaan Rupiah
Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangkaian peringatan Hari Dharma Karya Dhika Tahun 2021, yang dihadiri Menteri Hukum dan HAM Yasonna H. Laoly, Wamenkumham Edward Omar Sharif Hiariej, dan pejabat Kemenkumham lainnya.
Simak berita lainnya di Youtube NAWACITA TV
Pada kegiatan tersebut disampaikan, Diantaranya dengan mengakselerasi kebijakan dlm mendorong kemudahan berusaha (ease of doing business) melalui djpp.kemenkumham dan bphn_kemenkumham dalam pembenahan regulasi, & ditjen_ahu dalam penyederhanaan proses perizinan.
Baca Juga : Sebanyak 12 Orang WBP Rutan Kelas IIB Sibuhuan Kanwil Kemenkumham Sumut, Dipindahkan Ke UPT Lain Untuk Mendapatkan Pembinaan Lebih Lanjut
Ditjen KI Kemenkumham juga berperan mendukung UMKM dengan menyediakan layanan digital untuk pendaftaran merek, sedangkan Ditjen Imigrasi berinovasi menciptakan visa elektronik bagi kemudahan investor.
Guna mempertajam mainstreaming bisnis dan HAM di Indonesia, ditjenham juga telah membangun aplikasi penilaian risiko bisnis, untuk memfasilitasi perusahaan di semua lini bisnis.
Untuk mensinergikan dan mengkoordinasikan peran-peran tersebut, baik kepada masyarakat maupun dunia usaha, Kemenkumham menyelenggarakan seminar nasional sebagai bagian dari peringatan Hari Dharma Karya Dhika Tahun 2021
Wapres Maruf amin menyampaikan, bahwa penerapan konsep rukhsah, yang serupa dengan pintu darurat di masa krisis, dapat diaplikasikan dalam perundang-undangan sistem tata hukum kenegaraan Indonesia
Sedangkan menurut Menkumham Yasonna H Laoly mengatakan, Kemenkumham telah mengambil langkah strategis dalam pemulihan ekonomi nasional, yakni melalui digitalisasi penyelenggaraan layanan publik di hampir seluruh jenis layanan
Kemudian, Wakil Menkumham, eddy hiariej mengatakan, kolaborasi pemikiran dan komunikasi yang terbuka, menjadi salah satu strategi pemulihan ekonomi nasional yang efektif.
Sekjen Kemenkumham, Andap Budhi Revianto mengingatkan, bahwa Kemenkumham juga melaksanakan tugas mandatory lainnya, seperti pembangunan zona integritas menuju WBK/WBBM, opini WTP, pengawasan internal maupun eksternal, dll
Pada kegiatan tersebut, Berbagai narasumber lainnya, baik pembuat kebijakan, akademisi, praktisi kesehatan, dan pelaku ekonomi juga hadir dalam seminar tersebut.
(Humas Lapanya)