Baca Juga : Aksi Bom Bunuh Diri Di Katedral Makasar Diduga Jaringan JAD Berafiliasi ISIS, Berikut Pola Kerjanya
N (58) pegawai di salah BUMN berhasil ditangkap dan diamankan Densus 88n,karena ada keterkaitannya dengan bom Makasaar. Apakah sebagai penyandang dana, atau peran lainnya? Yang jelas Densus 88 terus mendalami dan mengembangkannya.
Adanya ASN yang terpapar radikalisme, sebenarnya sudah dikemukakan komisi III DPR. Bahkan Kepala BP2MI, Benny Rhamdani pernah menyatakan ASN terpapar radikalisme tak ada ampun, dipecat, begitu pesan yang disampaikan lewat video ke nawacitapost beberapa silam lalu.
Wakil Ketua MPR Asrul Sani menambahkan, ASN yang terpapar radikalisme tersebut. Ditengarai punya sikap intoleren. Tidak Berbhineka Tunggal Ika.
Asrul menyebut penangkapan pegawai BUMN (N) terkait bom membenarkan informasi yang diterima Komisi III DPR, bahwa benar sebagaian pegawai BUMN yang diduga masih terpapar radikalisme.
Asrul memminta kementrian PAN dan RB, Kementrian BUMN dan BNPT untuk memetakan pegawai yang didiga terpapar radikalisme.
Sejumlah pakar pernah menyebut. Ciri-ciri pegawai BUMN, memakai celana cingkrang, penghormatan terhadap bendera merah putih rendah, dan sikap k berbedaan atau kemajemukan tak mendapat tempat dihati mereka.
Memang, mereka ini tidak melakukan aksi kekerasan. Seperti meledakan bom atau menyerang petugas kepolisian. Dengan membantu dalam soal dana, dan mendiamkan aksi tersebut. Mereka termasuk kategori jaringan turut serta.
Jadi, sudah tepat Densus 88 bekerja keras non stop terus memburu jaringan teroris. Kepada siapa saja yang terpapar radikalisme.