Kamis, 4 Juni 2026

Terkait Gelper Kota Batam, Ormas LAKI Audiensi Dengan Ombudsman

Photo Author
Ronaldy, Nawacita Post
- Selasa, 16 Maret 2021 | 21:38 WIB
Batam, NAWACITAPOST  - Ormas DPC Laskar Anti Korupsi Indonesia (Laki) Audiensi dengan ombudsman republik Indonesia kepulauan Riau di gedung Graha pena lantai 6, terkait keberadaan Gelper di kota batam ke pulauan Riau.

Baca Juga : Selain Resmikan Kantor, Walikota Rahma Launching Restoran Dan Kedai Kopi FKM




Ormas DPC Laskar anti korupsi Indonesia (laki) Kota batam melakukan audiensi di Gedung graha pena lantai 6, terkait keberadaan Gelper di Kota batam berjalan dengan baik. Senin, 15/03/2021.

Dimana audiensi tersebut di hadirin kepala ombudsman Bpk Lagat kota batam beserta jajarannya, dan ketua Dpc laki kota batam oleh Yustinus buulolo kepri. Senin,15/03/2021.

Dalam pembukaan pak Wilson zalogo mengatakan bahwa kami sangat berterima kasih kepada ombudsman yang telah mengfasilitasi dan menerima kedatangan kami dengan baik.

Maka dari itu untuk lebih lanjut maksud Tujuan kedatangan dari Laskar anti korupsi Indonesia datang di sini, kepada ketua laki nanti akan menyampaikan lebih lanjut.

Ketua DPC LAKI Kota Batam mengatakan, bahwa tujuan dan maksud dari pada kedatangan kami DPC laki kota batam di ombudsman republik Indonesia yaitu Terkait surat selama ini yang kami layangkan di ombudsman republik Indonesia beberapa waktu yang lalu, ombudsman telah menanggapi surat kami tersebut terkait masalah keberadaan Gelper yang ada di kota batam. Untuk itu, di mana keberadaan Gelper ini di kota batam berdasarkan hasil investigasi dan temuan Anggota laki di lapangan, dimana Gelper tersebut sangat meresahkan masyarakat Kota batam dan di duga bernuansa judi berkedok.

Bahkan ada anak di bawah umur yang diperbolehkan main gelper, dan terpantau pengujung dan pemain di Gelper tidak mematuhi protkol kesehatan, apalagi dalam kondisi covid -19. Untuk itu, saya minta kepada Ombudsman republik Indonesia agar bertindak tegas dan mengambil langkah agar Gelper yang ada di kota batam yang di duga bernuansa judi di TUTUP.

Yang kedua rumah ibadah di batasi seperti mesjid-mesjid, Gereja harus jaga jarak apa lagi kita beribadah itu memuliakan nama Tuhan. Kenapa di batasi. Sementara tempat gelper tidak ada pembatasan. Ada dengan pemerintah? Tidak ada sama sekali tindakan untuk menutup gelper ini.

Terlebih dengan keberadaan gelper ini di kota batam sangat merusak generasi penerus bangsa khususnya si kota batam,  ucapnya Senin, 15/03/2021.

Dan juga hal senada di sampaikan oleh sekjen DPC laki kota batam kris laia, mengatakan bahwa kami dari laki, meminta agar ombudsman republik Indonesia mengambil langkah tegas untuk menutup Gelper ini yang ada di kota batam.

Kenapa? Karena ya namanya judi pasti akan berakibat fatal bagi keluarga, di mana kondisi ekonomi saat ini sangat sulit, dan juga tidak tertutup kemungkinan hal-hal tidak di inginkan bisa terjadi, misal kekerasan dalam rumah tangga salah satunya. Karena dalam permainan gelper ini pasti butuh yang namanya dana. Nah, bila dana tak ada apa yang terjadi. Untuk itu pak sekali lagi mohon kerja samanya agar mengambil langkah tegas dengan menutup gelper ini.

Kepala Ombudsman Batam  Lagat, mengatakan apa yang menjadi laporan dari dpc laki kota batam terkait surat yang di layangkan di ombudsman republik Indonesia beberapa hari yang lalu tentang keberadaan Gelper di kota batam kita sangat berterima kasih. Hal seperti inilah yang kita inginkan di mana bisa membantu kami.

Kami tentu menyambut baik dan tidak banyak Ormas lain yang peduli dalam dalam penertiban hal seperti ini. Untuk itu dengan adanya laporan laki yang berhubungan dengan ombudsman republik Indonesia maka kita akan tindak lanjut berdasarkan bukti dan fakta temuan di lapangan atas dasar laporan dari DPC laki.

"Untuk itu bapak yang hadir di sini kami. Juga sangat berterima kasih telah membantu kami," ujarnya.

Wakil Ketua DPC LAKI kota Batam, Edi  menegaskan bahwa kami dari laki meminta agar ombudsman mengambil langkah dalam menutup gelper ini karena di duga bernuansa judi, dan apalagi di perbolehkan anak di bawah umur bermain di jackpot/gelper, kalau bisa mohon ditutup.

(Arianto Gea)

Editor: Ronaldy

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini