Baca Juga : Reynhard Saut Poltak Silitonga, Dirjen Pemasyarakatan Yang Suka Blusukan ke Lapas dan Rutan
RASA religius mengalir deras dalam hal remisi. Pasalnya Risma menyebut warga binaan dengan sebutan santri. Ia berkeinginan mewujudkan penjara menjadi pesantren. Yang tadinya sangkar menjadi sanggar.
Acara religius terkait remisi pun dilaksanakan. Tentu diawali dengan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Pertunjukan seni Hadrah Darul Awwabin Bersholawat, lagu Gebyar-Gebyar berkumandang. Hadir dalam acara ini. Walikota dan Wakil Walikota Probolinggo, Sekretaris Daerah, Tokoh Agama, MUI dan anggota Forum Komunikas Pimpinan Daerah.
-
Kesempatan di acara itu digunakan Risman menyampaikan kepada tamu-tamu pengambil kebijakan dengan mengatakan bahwa betapa sulitnya mengurus izin pesantren untuk lapas.
Parameternya bukan hanya seperti pengajian saja. Namun progress setelah mereka disini. Karena potensi menjadi baik dan tidak baik sama-sama besar. Maka, kita harus berjuang agar mereka bisa menjadi baik saat kembali di tengah-tengah masyarakat, urai Risman
Mantan Kalapas Nusakambangan ini melanjutkan bahwa lapas Probolinggo yang dipimpinnya ini memiliki dua konsep diantaranya pembinaan kepribadian dan pembinaan kemandirian. Pembinaan kepribadian bertujuan agar yang bersangkutan menyadari kesalahannya sehingga bertobat dan tidak melakukan tindak pidana lagi.
-
Agar suasana lebih tenang dan menyejukkan, Risman bekerja sama dengan Pesantren Nurus Salafiyah agar bisa mencetak santri mandiri.
Tak berselang lama, penyampaian Risman soal izin pesantren disambut baik Walikota Probolinggo Habin Hadi. Wali Kota mendukung dibentuknya pesantren di lapas kelas II B Probolinggo. “Meski ijin belum turun, lanjutkan niat baik membentuk pesantren di lapas ini. Kegaitan kegamaan adalah kewajiban agar bisa meningkatkan keimanan dan ketakwaan. Sehingga saat keluar nanti menjadi orang yang bermanfaat dan berguna. Saya akan perhatikan dan support apabila dibutuhkan, ujar Habib Hadi mantan anggota DPR.
Sedangkan pembinaan kemandirian berupa bekal untuk meningkatkan kreatifitas mereka. Seperti pembuatan telor asin dan sarung . Karena masih pandemi covid 19, terhenti untuk pembuatan sarung. Termasuk layanan service mobil dan motor yang ditempatkan di luar. Rumah dinas disulap menjadi bengkel mobil dan motor.
-
Jika mereka dibekali dengan ketrampilan, bisa bersaing dengan masyarakat. Sehingga, saat kembali ke masyarakat bisa buat telor asin dari rumah. Dan dipasarkan di lapas.
Mantan Kalapas Singaraja ini memohon doa kepada segenap yang hadir, supaya lapas kelas II B Probolinggo bisa mendapat Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Bersih Melayani (WBM), pungkasnya.
Nampaknya, sosok Kalapas Risman, selain taat beragama dan menjalankan perintah agama. Juga memegang teguh serta melaksanakan perintah Konstitusi Negara sandarannya juga. Termasuk amanat dan keputusan MenkumHAM sudah tak diragukan lagi. Makanya disenangi WBP dan anak buahnya.