Baca Juga : Reynhard Saut Poltak Silitonga, Dirjen Pemasyarakatan Yang Suka Blusukan ke Lapas dan Rutan
MESKI bahagai mendapat promosi jabatan, Agung Krisna tak bisa menyembunyikan rasa harunya. Air matanya nampak membasahi pipinya. Pelukan erat sebagai salam perpisahan mengiringi langkahnya yang dianggap sukses memimpin Lapas ini.
Prestasi Agung pun diakui Kakanwil KemenkumHAM Jawa Barat, Liberti Sitinjak. Bahkan Sitinjak berpesan bahwa apa yang pernah memimpin lapas ini harus di teruskan dan dilaksanakan di lapas yang baru.
Bupati Bogor, Ade Yasin saat berkunjung dan mengitari lapas, takjub dengan kepemimpinan Agung. Ruangan-ruangan yang ada di lapas ini bersih, selain itu WBP-nya sehat-seha, juga dibekali dengan ketrampilan.
Baginya, menjabat sebagai Kalapas Lowokwaru Kota Malang merupakan sebuah tantangan baru. Dikarenakan, jumlah warga binaan di Lapas Lowokwaru lebih banyak dari Lapas Cibinong tempat Agung sebelumnya menjabat sebagai Kalapas.
Dukungan pun diminta Agung kepada semua stakeholder di Kota Malang. Tujuannya guna menjaga amanahnya menjadi Kalapas Lowokwaru. Baginya, Lapas inimilik kita bersama.
Yang jelas program positif seperti WBK dan WBBM tetap dipertahankan dan ditingkatkan. Kebersihan ruangan-ruangan lapas harus ditingkatkan. Budidaya pengolahan sampah dengan Maggot, budidaya jamur dan lain sebagainya tetap diteruskan dan ditingkatkan. Karena manfaatnya sudah terasa dan luar biasa hasilnya.
Belum genap setahun menjabat sebagai Kalapas Malang, Agung mendapat apresiasi dari Dirjen Pemasyarakatan KemenkumHAM, Reynhard Saut Poltak Silitonga. Perihal penerapan protokol kesehatan secara ketat khusus untuk pengunjung, hasil evaluasinya baik.
Agung tidak hanya dekat dengan petugas, WBP pun selalu diperhatikan kebutuhannya secara cermat