Baca Juga : Kakanwil Sultra Sofyan Memperkuat Sistem Pengelolaan Anggaran dan BMN
LAPAS yang dekat daerah pantai utara ini. Daerahnya adalah penghasil kebutuhan pangan. Jagung salah satu panennya. Selain di konsumsi sendiri hasil panen itu, juga dijual ke pasar di Kendal. Bukan hanya itu saja, Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) lapas ini juga dibekali ketrampilan dari balai latihan kerja lapas. Instruktur atau tenaga ahlinya didatangkan dari lembaga yang ahli dan kredibel.
Kemajuan yang dicapai lapas ini. Tak lepas dari kepemimpinan Samsul Hidayat. Sebagai Kalapas, Samsul menerapkan sinergi tugas kepada stafnya dengan bijaksana. Penerapan lainnya tak ada pungutan liar di lapas ini. Jika ada petugas yang masih menjalankan pungli, sanksi siap diterimanya.
Penyelundupan narkoba dan obat-obatan terlarang pernah digagalkan lapas ini. Keberhasilan ini tak lepas dari kepiawaian dan tangan dingin Samsul yang selalu memberi perintah dengan tepat kepada stafnya.
Penyelundupan yang digagalkan ini. Awalnya, ketika petugas P2U menerima titipan barang dari seorang pengantar untuk diserahkan kepada WBP atas nama OMI.
Maka, sesuai standar operasional prosedur petugas memanggil narapidana yang akan menerima kiriman barang dan memeriksa jenis dan jumlahnya. Dalam botol shampo ditemukan sebanyak 6 (enam) paket obat-obat terlarang diduga termasuk golongan daftar G, jelas mantan Kalapas Kuningan selama 2 tahun 3 bulan.
Penanganan selanjutnya di serahkan kepada Satuan Narkoba Kepolisian Resor (Polres) Kendal.
Bagi Samsul, narkoba dan obat-obatan terlarang tidak ada kata kompromi. Pencegahan dan pemberantasan adalah langkah tepat untuk hal ini.
Sosok Samsul Hidayat yang selalu dekat dengan anak buah. Dalam menjalankan tugas bersandar pada Konstitusi dan amanat MenkumHAM.