Kamis, 4 Juni 2026

Polri Punya Saksi Kunci Untuk Mengungkap Penembak Harun Rasyid

Photo Author
Martin, Nawacita Post
- Senin, 8 Juli 2019 | 15:57 WIB
Jakarta, NAWACITA- Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo menyampaikan, pihaknya optimis bisa mengungkap identitas pelaku penembak Harun Rasyid di kerusuhan 22 Mei 2019. Terlebih, penyidik memiliki saksi kunci dalam penyelidikan kasus tersebut.

"Harus optimis. Kerja keras, anggota di lapangan tidak kenal istirahat tidak libur," tutur Dedi di Bareskrim Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (8/7).

Dikutip Liputan6. Menurut Dedi, saksi kunci tersebut kini masih dalam pemeriksaan intensif di Polda Metro Jaya. Dia bukan merupakan bagian dari ratusan tersangka yang diamankan polisi.

"Salah satu (saksi) yang diamankan dari 400 itu. Di luar itu, masih ada (saksi kunci)," jelas dia.

Berdasarkan informasi dari saksi kunci tersebut, kata Dedi, pelaku menyembunyikan senjata api di balik bajunya. Keterangan tersebut menjadi rangkaian catatan penyidik untuk mengungkap pelaku penembakan di kerusuhan 22 Mei 2019.

"Jadi sekarang diperiksa oleh Polda Metro Jaya. Sabar. Mohon doanya agar segera terungkap," Dedi menandaskan.

Cici-Ciri Penembak Harun Rasyid

Sebelumnya, Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Suyudi Ario Seto mengatakan, Harun Rasyid ditembak dari jarak sekitar 11 meter di sekitar Flyover Slipi, Jakarta Barat. Investigasi Polri menyebut, ciri fisik pelaku berpostur sekiranya 170 cm.

"Karena (lokasi) arahnya miring, kemudian arahnya (dari lintasan peluru) lurus mendarat, karena posisinya ada trotoar agak tinggi, jadi diduga pelaku ini juga agak tinggi," kata Kombes Suyudi di Kantor Divisi Humas Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat 5 Juli 2019.

Selain perkiraan tinggi badan, polisi juga menduga penembak Harun Rasyid berbadan kurus, rambut lurus agak panjang, dan warna kulit wajah agak hitam.

Sementara korban lainnya Abdul Aziz, ditemukan kurang lebih 100 meter dari Asrama Brimob tepatnya di depan Rumah Sakit Pelni.

"Ini juga diduga dilakukan oleh orang yang tidak dikenal dengan jarak yang tidak terlalu jauh, kurang lebih sekitar 30 meter dari arah belakang, terkena di punggung sebelah kiri kemudian proyektilnya tersisa di dada sebelah kiri juga," beber Suyudi.

 

 

Editor: Martin

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini