NAWACITApost.com – Kaesang Pangarep, putra bungsu Presiden Joko Widodo (Jokowi) dikenal juga sebagai seorang pengusaha yang memiliki beberapa bisnis di berbagai bidang, terutama di bidang kuliner.
Namun, meskipun memiliki status sebagai anak presiden perjalanan Kaesang Pangarep sebagai seorang pengusaha tidaklah mulus seperti jalan tol. Seperti halnya pebisnis lainnya, ia juga mengalami pasang surut bahkan hingga mengalami kegagalan dalam beberapa usahanya.
Berikut adalah daftar usaha Kaesang yang gulung tikar, dikutip dari beberapa sumber yaitu:
1. Siapmas
Kaesang Pangarep membentuk merek Siap Mas. Usaha ini menghadirkan produk minuman dan makanan ringan, seperti keripik dengan nama Ngedrink dan Kemripik di berbagai minimarket. Namun, bisnis ini terlihat sudah tidak aktif. Selain unggahan terakhir di media sosial pada 3 Oktober 2020 lalu, sejumlah produk dari Siapmas juga sudah tidak terlihat di minimarket terdekat.
2. Goola
Bisnis minuman yang dikemas secara modern ini diberikan oleh Gibran Rakabuming Raka kepada Kaesang. Goola menawarkan berbagai minuman yang dikemas dengan cara yang menarik. Namun, bisnis Goola juga telah berhenti beroperasi, seperti yang terlihat dari unggahan di akun Instagram @goola_id pada tahun 2020.
3. Sang Javas
Selain di bidang kuliner, Kaesang juga terjun di dunia fesyen dengan meluncurkan Sang Javas pada tahun 2017. Bisnis Kaesang ini menarik perhatian masyarakat karena produk fesyen yang dijual Sang Javas memiliki ciri khas dengan gambar kecebong yang menjadi representasi masyarakat yang mendukung Joko Widodo (Jokowi) pada pemilihan umum (Pemilu) 2014. Namun, bisnis Sang Javas telah berhenti beroperasi sejak tahun 2020, seperti yang terlihat dari unggahan terakhir di akun Instagram Sang Javas.
4. Madhang
Kaesang meluncurkan aplikasi Madhang pada tahun 2017 yang bertujuan untuk menghubungkan ibu-ibu yang memiliki keahlian memasak dengan pembeli yang ingin membeli masakan ala rumahan. Usaha Madhang ini bekerja sama dengan Universitas Dian Nuswantara. Namun, usaha ini telah berakhir pada tahun 2022 karena banyak pengguna aplikasi yang mengeluhkan hilangnya aplikasi dan tidak beroperasinya aplikasi tersebut.
5. Ternakkopi
Kaesang bersama kakaknya, Gibran Rakabuming Raka, mendirikan Ternakkopi pada tahun 2019. Bisnis kopi ini memiliki 40 gerai di Indonesia. Namun, karena kurang diminati, Kaesang memutuskan untuk menutup usaha Ternakkopi.