gaya-hidup

Apa Itu Popliteal Artery Entrapment Syndrome? Penyebab dan Penganannya

Senin, 28 Agustus 2023 | 08:30 WIB

NAWACITApost.com  - Popliteal Artery Entrapment Syndrome (PAES) adalah suatu sindroma yang muncul akibat kompresi arteri poplitea yang terletak di belakang lutut. Kompresi ini akibat variasi anatomi yang tidak normal antara pembuluh darah dan struktur otot dan sendi di sekitarnya. Apabila area sekitar berkontraksi saat beraktivitas maka juga dapat menimbulkan penekanan pada saraf tibia.

Penyebab PAES

1.      Penyebab Anatomi

Penyebab anatomi disebabkan oleh adanya variasi anatomi. Variasi anatomi ini terbagi menjadi 5 (lima) tipe. Kondisi PAES anatomi akan berkembang seiring waktu oleh karena olahraga dan aktivitas. Biasanya ini merupakan kelainan bawaan yang diderita sejak lahir dimana otot betis tidak berkembang secara normal sehingga dapat mengganggu pembuluh darah.

2.      Penyebab Fungsional

Penyebab fungsional biasa muncul pada atlet muda oleh karena adanya pembesaran otot sekitar arteri popliteal karena olahraga secara berlebihan atau latihan angkat beban yang ekstrem. Pembesaran otot betis tersebut bisa merusak, menjepit, atau menimbulkan luka pada arteri poplitea. Kerusakan dan jepitan tersebut dapat menyumbat aliran darah atau menimbulkan gumpalan darah. Olahraga yang lebih berisiko menimbulkan PAES antara lain sepakbola, futsal, dan rugby.

Penanganan PAES

PAES dapat diobati dengan suntik botox atau operasi, yang disesuaikan dengan tingkat kerusakan atau gangguan yang ditimbulkan.

1.      Suntik botox

Suntik botox diberikan secara langsung ke otot yang menekan pembuluh darah. Pada prosedur ini, dokter juga akan melakukan USG atau CT scan agar lokasi suntikan tepat. Meski efektif mengecilkan otot, pengobatan ini hanya berefek sementara, yaitu sekitar 3-6 bulan.

2.      Operasi

Operasi adalah pilihan utama untuk mengatasi PAES. Prosedur ini dilakukan dengan mengangkat atau memperbaiki posisi sebagian otot betis yang menekan pembuluh darah. Dokter juga dapat membersihkan pembuluh darah belakang lutut atau melakukan operasi bypass untuk memulihkan aliran darah di area kaki yang terkena.

Setelah pengobatan PAES, pasien harus menjalani kontrol rutin agar kondisinya bisa terpantau.

Tags

Terkini