NAWACITApost.com – Gangguan mental melibatkan sejumlah aspek seperti gangguan emosi, pola pikir, perilaku, serta regulasi suasana hati. Ini juga mencakup gangguan depresi dan gangguan lain yang terkait dengan kesehatan mental atau jiwa seseorang. Gangguan jiwa, di sisi lain, memiliki ciri utama seperti perasaan sedih, hampa, mudah marah, atau terganggu. Ini sering disertai dengan perubahan fisik (seperti kelelahan, rasa sakit, dan ketegangan fisik) serta perubahan kognitif yang signifikan, yang pada akhirnya mempengaruhi kemampuan fungsi individu.
Di Indonesia, orang dengan gangguan mental sering diidentifikasi dengan istilah "orang gila" atau "sakit jiwa", dan sayangnya, mereka sering menghadapi perlakuan yang tidak manusiawi, bahkan hingga dipasung. Padahal, penderita gangguan mental sebenarnya dapat mendapatkan bantuan melalui perawatan medis di rumah sakit. Ada banyak faktor yang bisa memicu munculnya gangguan mental, mulai dari kondisi kesehatan tertentu hingga stres akibat peristiwa traumatis, seperti kehilangan orang yang dicintai, kehilangan pekerjaan, atau isolasi dalam jangka waktu yang lama.
Penting untuk meningkatkan pemahaman tentang gangguan mental dan menghilangkan stigma yang melekat padanya. Penderita gangguan mental memerlukan dukungan dan perawatan yang sesuai agar dapat pulih dan berfungsi normal dalam kehidupan sehari-hari. Jangan ragu untuk membantu mereka mencari bantuan medis yang tepat jika diperlukan.
Penyebab Gangguan Mental
Belum diketahui secara pasti apa yang menyebabkan gangguan mental. Namun, kondisi ini diketahui terkait dengan faktor biologis dan psikologis, sebagaimana akan diuraikan di bawah ini :
1. Faktor biologis atau disebut juga gangguan mental organik.
a. Gangguan pada fungsi sel saraf di otak.
b. Infeksi, misalnya akibat bakteri Streptococcus.
c. Kelainan bawaan atau cedera pada otak.
d. Kerusakan otak akibat terbentur atau kecelakaan.
e. Kekurangan oksigen pada otak bayi saat proses persalinan.
f. Riwayat gangguan mental pada orang tua atau keluarga.
g. Penyalahgunaan NAPZA, seperti heroin dan kokain, dalam jangka panjang.
h. Kekurangan nutrisi
2. Faktor psikologis
a. Peristiwa traumatik, seperti kekerasan dan pelecehan seksual.
b. Kehilangan orang tua atau disia-siakan di masa kecil.
c. Kurang mampu bergaul dengan orang lain.
d. Perceraian atau ditinggal mati oleh pasangan.
e. Perasaan rendah diri, tidak mampu, marah, atau kesepian.
Gejala Gangguan Mental
Gejala dan tanda gangguan mental tergantung pada jenis gangguan jiwa yang dialami. Penderita bisa mengalami gangguan pada emosi, pola pikir, dan perilaku.
Beberapa contoh gejala dan ciri-ciri gangguan mental adalah :
1. Waham atau delusi, yaitu meyakini sesuatu yang tidak nyata atau tidak sesuai dengan fakta yang sebenarnya.
2. Halusinasi, yaitu sensasi ketika seseorang melihat, mendengar, atau merasakan sesuatu yang sebenarnya tidak nyata.
3. Suasana hati yang berubah-ubah dalam periode-periode tertentu.
4. Perasaan sedih yang berlangsung hingga berminggu-minggu, bahkan berbulan-bulan.
5. Perasaan cemas atau takut yang berlebihan dan terus menerus, sampai mengganggu aktivitas sehari-hari.
6. Gangguan makan, misalnya merasa takut berat badan bertambah, cenderung memuntahkan makanan, atau makan dalam jumlah banyak.
7. Perubahan pada pola tidur, seperti mudah mengantuk dan tertidur, sulit tidur, serta gangguan pernapasan dan kaki gelisah saat tidur.
8. Kecanduan nikotin atau alkohol, serta penyalahgunaan NAPZA.
9. Marah berlebihan sampai mengamuk dan melakukan tindak kekerasan.
10. Perilaku yang tidak wajar, seperti teriak-teriak tidak jelas, berbicara dan tertawa sendiri, serta keluar rumah dalam kondisi telanjang.