gaya-hidup

Deteksi Dini dan Pencegahan Kardiovaskular

Senin, 28 Agustus 2023 | 21:25 WIB
Deteksi Dini dan Pencegahan Dislipidemia

NAWACITApost.com  – Penyakit kardiovaskular (PKV) merupakan salah satu penyakit paling umum dan menjadi penyebab kematian utama, baik di negara-negara industri maupun di Indonesia. Aterosklerosis adalah masalah kompleks yang melibatkan berbagai faktor, sehingga pendekatan terhadapnya harus dilakukan secara menyeluruh. Endotel, bagian aktif dalam aliran darah yang mengalami perubahan dan bagian dinding yang mengalami remodeling, menjadi pusat perhatian dalam hal ini.

Meskipun ada banyak teori tentang pendekatan yang bisa diambil, belum semua dapat diterapkan dalam praktik, dan hanya beberapa di antaranya yang mungkin efektif, seperti penggunaan obat penurun lipid. Data dari studi epidemiologi menunjukkan bahwa penurunan kadar lipid dalam darah berhubungan dengan penurunan risiko terjadinya penyakit kardiovaskular dan kematian.

PKV memiliki etiologi yang kompleks, sehingga semua faktor risiko perlu dipertimbangkan dalam upaya pencegahan, baik tingkat primer maupun sekunder. Ada faktor risiko yang dapat dimodifikasi, seperti dislipidemia, hipertensi, merokok, obesitas, dan diabetes melitus. Di sisi lain, ada faktor risiko yang tidak dapat dimodifikasi, seperti usia, jenis kelamin (laki-laki), riwayat keluarga, dan riwayat PKV sebelumnya. Agar upaya pencegahan lebih berhasil, semua faktor risiko yang dapat dimodifikasi harus dikelola secara serentak dan holistik.

Deteksi Dini dan Evaluasi

Pemeriksaan penyaring untuk profil lipid dilakukan pada semua orang dewasa berusia diatas 30 tahun atas anjuran petugas kesehatan atau atas permintaan sendiri. Pemeriksaan selektif harus dilakukan pada mereka yang beresiko tinggi untuk terjadinya PKV yaitu: 1).Bukti adanya PJK dan atau manifestasi aterosklerosis yang lain,2). Riwayat keluarga PJK prematur. 3) Riwayat keluarga dengan dislipidemia 4). Bukti adanya faktor resiko PJK yang lain seperti diabetes, hipertensi, merokok, oebsitas.

Tags

Terkini