gaya-hidup

Makanan untuk Menjaga Kestabilan Tekanan Darah

Senin, 28 Agustus 2023 | 21:15 WIB
Makanan untuk Menjaga Kestabilan Tekanan Darah

NAWACITApost.com  – Hipertensi merupakan kondisi di mana tekanan darah sistolik seseorang mencapai 140 mmHg atau lebih dan/atau tekanan darah diastolik mencapai 90 mmHg atau lebih. Tekanan darah tinggi atau hipertensi merupakan salah satu jenis penyakit degeneratif yang memiliki penyebab yang sangat kompleks. Ini bukan penyakit tunggal, melainkan kelompok penyakit heterogen karena dapat mempengaruhi semua orang tanpa pandang bulu, termasuk di antaranya masyarakat Indonesia.

Sebagian besar kasus hipertensi tergolong dalam kategori hipertensi primer, yang artinya penyebabnya belum jelas. Misalnya, seseorang bisa terkena hipertensi primer karena faktor-faktor seperti usia yang meningkat, stres psikologis, faktor keturunan, atau pola makan yang tidak sehat.

Ada tiga langkah penting yang perlu diambil untuk mengatasi tekanan darah tinggi. Pertama, membatasi asupan sodium (garam) dalam makanan. Kedua, mengurangi konsumsi kalori bagi mereka yang mengalami kelebihan berat badan. Ketiga, menjaga rutinitas berolahraga. Dalam hal kesehatan, dikenal bahwa orang yang kelebihan berat badan cenderung sulit mengeluarkan sodium dari tubuh, sehingga kadar sodium dalam tubuh meningkat dan akhirnya menyebabkan tekanan darah tinggi.

Bagi individu yang telah didiagnosis dengan hipertensi, disarankan untuk meningkatkan konsumsi kalium. Rasio yang tinggi antara kalium dan sodium diperkirakan membantu menurunkan tekanan darah. Kalium dapat mengurangi efek sodium terhadap tekanan darah. Sumber kalium yang baik terdapat dalam makanan, seperti buah-buahan dan sayuran, bukan dalam bentuk suplemen. Contoh makanan yang kaya akan kalium adalah pisang dan melon.

Bagi penderita hipertensi, penting untuk mengatur pola makan dengan menu gizi seimbang. Ini mencakup membatasi konsumsi gula, garam, protein hewani, dan lemak. Disarankan untuk mengonsumsi setidaknya 5 porsi (400-500 gram) buah-buahan dan sayuran setiap harinya. Setiap porsi setara dengan 1 buah jeruk, apel, mangga, pisang, atau 3 sendok sayuran yang sudah dimasak.

Untuk pencegahan dan pengendalian hipertensi, penderita perlu mengadopsi diet rendah garam dengan membatasi konsumsi sodium. Ini termasuk menghindari makanan yang mengandung sodium tinggi seperti garam dapur (NaCl), soda kue (NaHCO3), baking powder, natrium benzoat, dan vetsin (monosodium glutamat). Pengaturan ini penting karena sodium adalah kation utama dalam cairan tubuh yang berperan dalam menjaga keseimbangan cairan dan asam basa, serta transmisi saraf dan kontraksi otot. Di keadaan normal, jumlah sodium yang masuk dan keluar tubuh seimbang.

Namun, dalam kasus hipertensi, perlu membatasi asupan sodium dengan menghindari makanan yang diproses dengan garam dapur, baking powder, atau soda, seperti roti, biskuit, kue asin, keripik asin, dan makanan kering lainnya. Pangan yang diawetkan dengan garam seperti ikan asin, dendeng, sosis, abon, ebi, udang kering, terasi, telur asin, telur pindang, acar, asinan, tauco, daging asap, dan nugget juga sebaiknya dihindari. Makanan kaleng seperti ikan sarden, kornet, sosis, sayuran, dan buah kaleng. Bumbu seperti kecap, kaldu blok, bumbu penyedap, saus tomat, sambal botol, dan monosodium glutamat (MSG). Minuman berkarbonasi dan margarin, mentega, serta keju juga perlu dihindari.

Tags

Terkini