NAWACITApost.com - Selama beberapa dekade terakhir, pola hidup modern sering kali ditandai oleh kecepatan, kesibukan, dan tekanan untuk mencapai lebih banyak dalam waktu yang lebih singkat.
Namun, di tengah hiruk-pikuk dunia modern, semakin banyak orang yang mencari cara untuk memperlambat laju kehidupan mereka dan menemukan kedamaian dalam kesederhanaan. Inilah yang dikenal sebagai "slow living" atau gaya hidup lambat.
Gaya hidup slow living menekankan pentingnya menghargai momen-momen kecil, mengurangi stres, menghubungkan diri dengan alam, dan menjalani hidup dengan lebih sadar.
Menerapkan gaya hidup slow living berarti menciptakan rutinitas yang membangun dan memberikan kebahagiaan. Misalnya, menghabiskan waktu di pagi hari untuk meditasi atau yoga dapat memberikan kestabilan emosional sepanjang hari.
Dalam kehidupan yang sibuk dengan kegiatan sehari-hari, seringkali kita lupa untuk menyediakan waktu untuk hobi dan kegiatan yang benar-benar kita nikmati. Dalam gaya hidup slow living, mengalokasikan waktu untuk hobi yang disukai adalah hal yang penting.
Slow living tidak mengenal istilah sibuk sama dengan sukses. Slow living justru mengedepankan kualitas bukan kuantitas. Mereka yang menjalani hidup slow living menjalankannya dengan niat, sadar, dan telah mempertimbangkan berbagai hal yang harus dilalui.
Meski telah lama menikah, hingga saat ini Lulu Tobing belum dikaruniai anak. Meski begitu, wanita berusia 45 tahun ini mengaku tak risau. Meski demikian, tak dipungkiri jika ia sudah sering mendapatkan pertanyaan soal kapan mendapatkan keturunan.
Ketika ditanya mengapa Lulu bisa begitu santai menghadapi perkara momongan, Lulu mengaku bahwa ia memang selalu menjalani hidup dengan santai.
"Hidup gue slow banget deh, gue tidak kompetitif orangnya, gue tidak ambisius, gue slow banget. Never in my life. Nggak ada tuh goal goal-an (ambisi)," kata pemain film Dua Garis Biru ini.
Salah satu hal yang membuat Lulu Tobing bisa hidup dengan santai adalah karena dia tidak pernah memiliki ambisi yang berlebihan dalam hidupnya. Meskipun berada di dunia hiburan yang penuh dengan persaingan dan target, Lulu lebih memilih untuk menikmati setiap momen dan menjalani hidup dengan penuh kebahagiaan.