gaya-hidup

Unik! Ini Dia Ritual Kematian Yang Ada Di Beberapa Daerah di Indonesia

Sabtu, 18 Juni 2022 | 10:25 WIB
Ritual Kematian Yang Ada Di Beberapa Daerah di Indonesia Dok. = Okezone.com

Jakarta, NAWACITAPOST.COM – Kematian mungkin salah satu hal menyedihkan bagi sebagian orang yang ditinggalkan apalagi ketika ditinggal oleh orang yang kita sayangi. Pada umumnya upacara kematian dilakukan dengan cara dikubur, namun ternyata ada sejumlah daerah-daerah di Indonesia yang memiliki tradisi yang berbeda dari upacara kematian umumnya. Sebenarnya tradisi-tradisi tersebut adalah peninggalan kebudayaan yang ada di Indonesia. Mengutip dari beberapa sumber, berikut ini adalah tradisi unik upacara kematian yang ada di beberapa daerah di Indonesia yaitu:

  1. Ngaben - Bali


Upacara Ngaben merupakan salah satu upacara adat yang terkenal di Indonesia. Menurut umat Hindu Bali, tujuan utama ritual pembakaran jenazah ini  adalah untuk mensucikan roh yang sudah meninggal dan mempercepat proses kembalinya jasad yang telah mati ke alam asalnya. Orang yang melakukan upacara adat ini akan membakar jenazah dan setelah itu abu jenazah dihanyutkan ke laut atau sungai sebagai bentuk keikhlasan mereka melepas anggota keluarga. Tak hanya jenazah yang dibakar, benda-benda seperti patung, bunga, dan berbagai persembahan lainnya juga turut dibakar dalam upacara Ngaben.

  1. Rambu Solo - Sulawesi Selatan


Rambu Solo merupakan upacara adat kematian masyarakat Toraja di Sulawesi Utara yang dilakukan sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada seseorang yang telah meninggal. Uniknya, suku Toraja menganggap orang yang sudah meninggal baru akan dikatakan benar-benar meninggal ketika seluruh bentuk upacara Rambu Solo terpenuhi.

Oleh sebab itu, dalam ritual pemakaman ini anggota keluarga dari orang yang meninggal harus merawat jenazah selayaknya orang tertidur atau sakit. Jadi masih dilayani seperti orang hidup, tetap disediakan makanan, minuman, di baringkan di tempat tidur dan lain lain hingga proses upacara dinyatakan selesai.

  1. Marapu - Sumba


Marapu adalah sebuah kepercayaan peninggalan zaman megalitikum. Upacara kematian dengan menggunakan tradisi ini masih sarat dengan kepercayaan akan kekuatan roh nenek moyang. Upacara kematian marapu dapat menelan biaya yang sangat mahal. Hal ini disebabkan karena ada sejumlah hewan ternak yang harus disembelih sepanjang prosesi ini. Oleh karenanya upacara kematian ini dapat ditunda hingga bertahun-tahun setelah kematian seseorang. Penganut kepercayaan marapu juga memakamkan jenazah dalam posisi seperti janin dalam rahim. Kuburan yang digunakan juga unik yaitu berupa batu yang diberi lubang dan kemudian ditutup dengan batu lagi. Tradisi ini tentunya mengingatkan kita pada sarkofagus dari zaman batu.

  1. Kuburan bayi Kambira - Toraja


Prosesi ini berlaku bagi bayi-bayi asal Tana Toraja yang meninggal sebelum tumbuh gigi. Pohon yang dijadikan lokasi pemakaman adalah pohon Tarra yang memiliki banyak getah. Jenazah bayi akan dimasukkan dalam lubang yang dibuat pada pohon tersebut tanpa berbalut kain. Tujuannya adalah agar bayi tersebut dapat terlahir kembali lewat rahim yang sama.

  1. Mumifikasi


Suku Asmat di Papua juga memiliki upacara pemakaman unik. Bagi mereka yang memiliki kedudukan tertinggi seperti kepala suku atau panglima perang, akan dimakamkan berbentuk seperti mumi. Tubuh mereka akan diolesi zat-zat tertentu kemudian diletakkan di atas perapian hingga terkena asap secara perlahan. Namun, setelah beberapa tahun mayat yang diposisikan dalam keadaan duduk akan berubah warna menjadi hitam dan disimpan di rumah pria dan akan dikeluarkan kembali jika ada tamu yang datang.

Tags

Terkini