gaya-hidup

5 Perbedaan Antara Khawatir Dan Cemas, Sudahkah Kamu Tahu?

Kamis, 2 Juni 2022 | 20:39 WIB
nawacitapost.com

Jakarta, NAWACITAPOST.COM – Setiap orang punya rasa khawatir dan cemas yang akan membuat mereka berpikir dan merenung mengenai keduanya. Sepintas, keduanya seolah membuat kita mencari  jawaban. Lalu, apakah dari keduanya punya kesamaan di dalamnya?

Banyak orang sering menggunakan istilah khawatir untuk menunjuk kondisi kecemasan dan begitu juga sebaliknya. Khawatir dan cemas memang mirip, tetapi nyatanya kedua kondisi psikologis tersebut sangatlah berbeda. Seseorang mungkin berpikir tidak penting untuk mengetahui bedanya khawatir dan cemas, karena keduanya sama-sama untuk menunjukkan kondisi keresahan secara umum.

Namun ternyata khawatir dan cemas punya perbedaan dalam yang ada dalam diri seseorang. Mengutip dari halodoc.com betikut ini adalah perbedaan antara khawatir dan kecemasan yaitu:

  1. Kekhawatiran cenderung dirasakan di kepala, sedangkan kecemasan pada tubuh


Rasa khawatir biasanya hanya dirasakan oleh pikiran di kepala kita. Saat kita mengkhawatirkan sesuatu, pikiran kita menjadi penuh dan fokus dengan masalah tersebut. Namun, keresahan tersebut hanya sampai di kepala saja. Sedangkan kecemasan, merupakan perasaan yang lebih mendalam hingga bisa kamu rasakan sampai ke seluruh tubuh.

  1. Kekhawatiran cenderung spesifik, sedangkan kecemasan lebih luas


Rasa khawatir biasanya cenderung dirasakan pada hal-hal yang spesifik. Misalnya, kamu khawatir akan terlambat sampai di bandara (masalah yang spesifik). Sedangkan kecemasan, biasanya dirasakan pada hal-hal yang lebih umum. Contohnya, kamu cemas untuk bepergian (amankah perjalanan nanti selama di pesawat atau bagaimana setelah tiba sampai di kota/negara tujuan).

  1. Kekhawatiran memicu pengidapnya untuk menyelesaikan masalah, sedangkan kecemasan tidak


Kekhawatiran dapat membuat kita berpikir untuk mencari solusi dan strategi untuk menyelesaikan masalah yang tengah terjadi. Sedangkan kecemasan, ibarat roda hamster yang hanya membuat kita berputar-putar tanpa membawa ke solusi yang produktif. Hal ini karena sifat kecemasan yang meluas membuat seseorang yang mengalaminya menjadi lemah dan tidak bisa mencari penyelesaian masalah.

  1. Kekhawatiran disebabkan oleh sesuatu yang realistis daripada kecemasan


Bila kamu khawatir dipecat karena punya kinerja yang buruk, maka itu disebut khawatir. Oleh karena sesuatu yang kamu khawatirkan tersebut realistis dan sedang dilakukan. Namun, bila kamu khawatir dipecat karena atasan sepertinya tidak memperhatikan atau jarang menyapa, maka itu namanya cemas.

  1. Kekhawatiran cenderung menjadi kondisi yang sementara, tetapi kecemasan dapat bertahan lama


Kekhawatiran biasanya dapat memicu seseorang untuk mencari jalan keluarnya, makanya kekhawatiran bersifat sementara. Namun, kecemasan dapat bertahan dalam jangka waktu yang lebih lama, bahkan berpindah dari satu fokus ke fokus lainnya. Misalnya, awalnya kamu mencemaskan pekerjaan, tetapi setelah itu mulai mencemaskan kesehatan, kemudian keuangan, dan lain-lain. Kekhawatiran dianggap sebagai kondisi psikologis yang normal, sedangkan kecemasan tidak. Bila terjadi dalam tingkat dan durasi tertentu, kecemasan bisa dianggap sebagai gangguan mental yang memerlukan perawatan psikologis atau pengobatan.

Tags

Terkini