Bertempat di kedai Pucung Jl. Kenjeran no. 549 Surabaya, tournament ini akan berlangsung selama 2 hari, pada 9-10 Oktober 2021.
Yosef Aji selaku ketua panitia menyatakan bahwa lomba ini adalah yang perdana diadakan oleh NTC dan kedepan akan dibuat secara rutin setiap bulan.
Abdul Ghoni Mukhlas Ni'am saat meninjau turnamen Mobile Legends di Kedai Pucung Jl. Kenjeran 254 Surabaya, Sabtu 9 Oktober 2021
" Esport Mobile Legends merupakan salah satu olahraga (sports) yang bukan hanya membutuhkan keterampilan main game, tapi juga bersosialisasi yang baik, bekerja sama dengan tim,” terang Yosef, dikutip Nawacitapost.com saat sambutannya.
NTC Offline Tournament ini memperebutkan hadiah total senilai lebih dari Rp 1,2 juta untuk tiga tim terbaik. Juara ke-1 akan mendapatkan uang tunai senilai Rp 550rb + e-certificate, kemudian juara ke-2 Rp 350rb + e-certificate, dan juara ke-3 Rp 250rb + e-certificate juga ada hadiah untuk tim terbaik sebesar 50rb. Kegiatan ini gratis alias tidak dipungut biaya.
" Semoga acara ini dapat mewadahi kreatifitas para gamers di kota Surabaya, " Tandasnya.
Hadir dan membuka acara, anggota DPRD Surabaya Komisi C, Abdul Ghoni Mukhlas Ni'am mengapresiasi panitia penyelenggara yang telah memfasilitasi anak-anak muda dalam mengembangkan kreatifitasnya.
"Esports membawa banyak dampak dan sisi positif yang luar biasa dan perlu difasilitasi, " Akunya.
Ghoni menyatakan, kehadirannya adalah sebuah bentuk dukungan dalam pengembangan olahraga asah otak ini.
" Saya berharap, kegiatan ini akan terus dikembangkan karena saat ini sudah diakui menjadi salah satu Cabor (Cabang Olahraga, red) di Indonesia, " Katanya.
-
Ghoni kembali menjelaskan, saat ini Pengurus Besar (PB) Esports Indonesia dipegang oleh Jendral Pol. (P.) Prof. Dr. Budi Gunawan, S.H., M.Si., sebagai ketua umum PBESI dan sudah diakui oleh Kementrian Pemuda dan Olahraga RI.
" Di Jawa Timur, Kepengurusan Provinsi ada di Banyuwangi tapi di Surabaya belum ada. Insya Allah akan kita Akusisikan, " Terang Ghoni.
Politisi PDI Perjuangan ini juga berharap kompetisi semacam ini bisa difasilitasi oleh pemerintah kota Surabaya.
" Kalau sudah terfasilitasi oleh Pemkot, paling tidak bakat-bakat anak muda ini bisa tersalurkan dengan baik dan benar, " Terang anggota DPRD muda ini.
Tapi, Ia menghimbau agar dalam masa pandemi ini, para gamers tetap memperhatikan aturan protokol kesehatan, sehingga dalam pengembangan bakatnya tetap dalam kondisi yang sehat. (BNW)