gaya-hidup

Ada Apa dengan Ketum PGI Gomar Gultom? Soal RS PGI Cikini Terkesan Diam

Kamis, 22 Juli 2021 | 23:12 WIB
Jakarta, NAWACITAPOST - PENDETA  Gomar Gultom bukan orang baru di PGI. Sebelum Sekum PGI dua Periode di era Ketum berbeda. Anak dari Teodosus Gultom, Pegawai di Departemen Agama ini Sekretaris Eksekutif Bidang Diakonia PGI (2005 -2009). Sementara ibunya Ramean Siregar, pedagang. Begitulah Wikipedia mendokumentasikan seorang  anak yang pernah bersekolah di SD GKPI Air Bersih, Medan.

Baca Juga : Viral Gomar Gultom dan Jacky Manuputty Dukung Novel Baswedan Tetap Di KPK,  Netizen Minta Duet PGI Mundur 




Perjalanan Gomar Gultom yang ditahbiskan menjadi pendeta di HKBP tahun 1986. Mencapai puncaknya pada Sidang Raya PGI ke 17 di Waingapu, November 2019. Terpilih dan ditetapkan sebagai Ketua Umum PGI.

Perlu diketahui, bahwa pergaulan Pdt. Gomar sangat luas. Lintas iman dan lintas suku. Boleh dibilang kemajemukannya kental mewarnainya.

Kembali ke Gomar sebagai Sekum di periode pertama. Sempat heboh dengan pernyataan terkait pro LGBT. Setelah dikonfirmasi. Gomar hanya menjawab, "Saya membela pada titik dan fokus kemanusiaannya saja."

Kini kehebohan, dan mungkin juga kegaduhan timbul di kepemimpinannya. Netizen menohoknya dengan kunjungan pegawai KPK Novel Baswedan tak lolos TWK. Kok Ketum PGI menerima orang yang diduga pro paham intolerensi.

Ternyata, kegaduhannya diduga bertambah parah. Bukan hanya nerizen. Malahan dokter senior RS PGI, seperti dr. Tunggul  D Situmorang mempertanyakan alasan Ketum PGI melaksanakan Built, Operate and Transfer atau BOT RS PGI Cikini ke swasta selama 30 tahun. Kabar beredar disewa dengan harga paling murah ke pihak swasta.

RS PGI terlilit hutang sampai ratusan miliar. Katanya menjadi alasan Gomar bersama tim ekonomi PGI melakukan BOT. Anehnya, pihak Direksi, dokter RS PGI Cikini tak diajak berdiskusi.

Dokter Tunggul D Situmorang menyebut BOT yang disusun Tim PGI DPP Chris Kanter adalah baik dan bagus.

Namun,  BOT itu ibarat obat malaria misalnya tablet Kina, itu baik dan bagus. Tetapi menurut PKU Penyakitnya : Panas, tapi ini bukan panas malaria, melainkan ini panasnya Demam berdarah.

Yang jelas, masih menurut dokter Timbul, pelaksanaan BOT dipaksakan. Padahal disaat dokter, perawat dan karyawan sedang berjibaku menangani lonjakan genting pasien covid 19.

Tragis dan ironis, PGI sibuk menandatangani BOT dan memaksakan pelaksanaan BOT antara lain perubahan manajemen baru ke PT. Famon Awal Bros Sedaya (PRIMAYA). Perubahan ini akan berpengaruh kepada kegiatan pelayanan pasien covid, tegasnya.

Bahkan,  saat ini terjadi “kegaduhan” pro & kontra PGI & BOTnya. Suatu hal yang negatif terjadi secara langsung. Akibat kiprah yang tidak arif dari PGI dan Pelayanan Kesehatan (Yakes) RSPC

“RS Cikini memang butuh investor untuk memperbaiki fasilitas rumah sakit dan untuk memperbaiki kinerja keuangan, tetapi bukan dalam bentuk kerja sama  BOT. Model kerja samanya harus diubah, sehingga aset PGI tersebut tidak hilang,” ucap seorang warga gereja HKBP, M Napitupulu di Jakarta, seperti dilansir Independensi.com, Selasa (20/7/2021).

Menurut M. Napitupulu menegaskan bahwa  hampir semua pihak mendesak agar kerja sama dengan pihak swasta dalam bentuk BOT tersebut dibatalkan, karena lebih banyak mudarat daripada manfaatnya. Hanya pengurus PGI saja yang setuju, sebagian besar tidak setuju. Kenapa? Karena kerja sama dengan swasta ini dipastikan akan menghilangkan visi dan misi RS PGI Cikini yang menekankan unsur pelayanan sosialnya.

Padahal sebelum era Gomar.  Artinya Sidang Raya PGI 1 sampai 16 tidak pernah terjadi gejolak dan kegaduhan di RS PGI Cikini. Apalagi sampai rencana BOT tak pernah ada.

Padahal, jelas-jelas jika merunut AD/ART Yayasan RS PGI Cikini. Dalam Pasal 2 ayat 1 ditekankan Yayasan mengaku bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan dan Juruselamat Dunia serta Kepala Gereja, Sumber Kebenaran dan Hidup ...., yang menjadikan dasar Yayasan sebagai wadah pelayanan  an kesaksian umat Kristen dalam bidang kesehatan, sehingga setiap warga yang terlibat dalam kegiatan Yayasan harus terdorong oleh panggian untuk menjalankan cinta kasih kristus.

Pasal 3 menegaskan bahwa Yayasan mempunyai maksud dan tujuan dibidang sosial, keagamaan dan kemanusiaan.

Sementara Yayasan punya kekayaan dalam Pasal 6  aya1 1.1, bahwa  pada saat penyesuaian anggaran ini kekayaan Yayasan sebesar Rp. 27.954.268.997 (dua puluh tujuh miliar sembilan ratus lima puluh empat juta dua ratus enam puluh delapan ribu sembilan ratus sembilan puluh tujuh rupiah). Dan pasal 6 ayat 1.3 Semua kekayaan Yayasan  harus dipergunakan  untuk mencapai  maksud dan tujuan yayasan.

Semua yang menyudutkan dan menuding Ketum PGI. Gomar membantahnya melalui website PGI (Transformasi RS.PGI CIKINI Menjadi Rumah Sakit Modern), dan melalui kanal Youtube Pdt. Gilbert Lumoindong (7 Juli 2021).

Terkait Gomar Gultom. Ketum PGI ini,  jika ditanyakan awak media bukan soal RS PGI Cikini. Jawaban cerdas dan bernas. Bahkan memberi solusi dan harapan kepastian bagi umat. Itu dibuktikan ketika Nawacitapost menanyakan terkait pandemi Covid : PGI Diam Melihat Penderitaan Rakyat di PPKM Darurat? Ini Penjelasan Pdt Gomar Gultom

Namun, ketika Nawacitapost. Menanyakan atau mengkonfirmasi perihal RS PGI Cikini. Mantan Sekum dua Periode ini. Melalui pesan WhatsAppnya merespon dengan meminta Nawacitapost menanyakan kepada TIM.  "Wawancarai salah seorang anggota TIM sajalah, ya? Jangan saya dulu. Sori, tidak bisa angkat telepon, sedang zoom," jawab Gomar,  Rabu  21 Juli 2021.

Apakah Gomar menghindar terkait RS PGI Cikini? Bisa ya,  bisa juga tidak. Semoga saja, desakan netizen didengar Gomar? Yang menginginkan pembatalam BOT.

Tags

Terkini