NAWACITAPOST.COM — Sebuah kegerakan rohani besar baru saja memancarkan sinarnya dari bumi Riau. Di tengah tantangan zaman yang kian kompleks, Gereja Kristen Bersinar (GKB) menghentak dengan sebuah pesan profetik yang membakar semangat: Gereja hadir bukan sekadar untuk berdiri, melainkan untuk mengubah nasib bangsa!
Narasi pembawa perubahan ini digaungkan secara lantang dalam perhelatan akrab penuh kuasa, Sekolah Apostolik Bersinar, yang digelar secara spartan pada Rabu hingga Kamis, (27-28/5/2026), bertempat di PT SAM 2, Rokan Hulu, Riau.
Menyatukan Garis Depan, Menyinari Alam Raya
Sesuai dengan nama sinodenya yang telah resmi terdaftar di Bimas Kristen Protestan Departemen Agama RI, GKB membuktikan arti sejati dari BERSINAR—Bersatu Sinari Alam Raya.
Baca Juga: Siaga Satu Generasi! Gempuran Narkoba Diadang Sinergi Total Pemkab Siak dan LAN
Lebih dari 100 jiwa yang terdiri dari para ujung tombak pelayanan—mulai dari Gembala Sidang, Wakil Gembala, hingga pelayan Tuhan dari 18 gereja lokal GKB di wilayah Riau, khususnya Kabupaten Kampar dan Kabupaten Rokan Hulu—berkumpul dengan satu kerinduan: diperlengkapi untuk sebuah lompatan besar.
"Gereja tidak boleh menjadi penonton sejarah. Gereja hadir untuk mengubah nasib bangsa," kata Ps Ruyandi Hutasoit Ketua Sinode GKB.
Aura dramatis dan penuh urapan begitu terasa ketika jajaran top pimpinan sinode turun langsung membagikan api kegerakan ini. Selain Ps Ruyandi Hutasoit, hadir pula para tokoh kunci seperti Marthin Neolaka (Sekretaris Umum Sinode), serta Liliek Soedibyo dan Otoli Zebua yang membakar semangat para peserta melalui pengajaran-pengajaran yang mendalam.
Doktrin yang Memerdekakan dan Visi Kerajaan
Bukan sekadar pertemuan biasa, Sekolah Apostolik ini menjadi ladang pembantaian kedagingan dan kebangkitan roh. Para peserta dicekoki dengan pengajaran teologis yang tajam dan aplikatif:
- Dasar dan Injil Keselamatan: Meneguhkan kembali jangkar iman yang tak tergoyahkan.
- Injil Kerajaan (Kingdom Gospel): Membuka mata rohani bahwa otoritas Tuhan harus ditegakkan di atas bumi.
- Hubungan Keselamatan dan Dosa: Mengupas tuntas batasan suci hidup dalam anugerah.
- Gereja Apostolik: Mengembalikan fungsi gereja seperti zaman para rasul—bergerak, berdampak, dan menaklukkan tantangan.
Di luar bobot pengajaran yang super padat, atmosfer supranatural yang mengikat para pelayan Tuhan ini adalah runtuhnya sekat-sekat organisasi. Rasa kekeluargaan yang intim, kebersamaan yang kokoh, dan sukacita yang meluap-luap membuat seluruh peserta pulang dengan satu kesimpulan: Kami telah diberkati dan diubahkan!
Baca Juga: Genjot Infrastruktur Hingga Tertibkan Lapak Kurban, Ini 4 Poin Penting Arahan Plh Wali Kota Bekasi!
Klimaks yang Mengguncang: KKR Multi-Denominasi
Sebagai puncaknya, atmosfir spiritual di Rokan Hulu benar-benar pecah berkeping-keping. Acara ditutup dengan Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) yang dahsyat.