NAWACITAPOST.COM - Gunung Kendeng di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, bukan hanya menjadi penampungan air tanah untuk ribuan hektar lahan pertanian dan jutaan penduduk di sekitarnya. Di sini, tersembunyi keindahan gua-gua dalam perut bumi.
Keunikan bentangan karst dengan stalaktit dan stalagmit, serta formasi bebatuan yang unik dapat ditemui di Gua Pancur. Lokasinya berada di Dukuh Gasong, Desa Jimbaran, Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati.
Gua Pancur memukau para wisatawan dengan pesona stalaktit dan stalagmit yang mempercantik perjalanan di dalam perut Kendeng.
Sungai bawah tanah yang jernih, tak pernah kering meskipun pada musim kemarau, memiliki kedalaman bervariasi, mulai dari 1 hingga 6 meter.
Gua Pancur dapat dianggap sebagai tandon air besar dari Gunung Kendeng. Meskipun permukaan gunung tidak ditumbuhi pepohonan, perut bumi ini tetap menjadi sumber mata air yang melimpah.
Sebelum menjelajahi Gua Pancur, wisatawan disarankan untuk mempersiapkan atribut seperti helm, rompi pelampung, sendal gunung atau sepatu boots, dan lampu LED portabel sebagai penerangan di dalam gua.
Baca Juga: Nikmati Keindahan Alam Healing di Hutan Pinus Pangonan Pati, Bisa Ngecamp Juga Loh!
Keistimewaan Gua Pancur terletak pada adanya pertemuan air hangat dan dingin, yang konon dapat memiliki efek penyembuhan.
Masyarakat setempat meyakini bahwa permohonan pengunjung yang mencuci wajah atau membilas tubuh dengan air tersebut akan dikabulkan. Tak heran banyak warga yang hanya menuju sumber air hangat, yang terletak sekitar 200 meter dari mulut gua.
Untuk mencapai Gua Pancur Jimbaran dari pusat kota, kamu hanya perlu menempuh jarak sekitar 22,6 km atau sekitar 37 menit perjalanan.
Rute perjalanan dari Alun-alun Pati mengikuti Jl. Sukolilo – Babalan ke Jl. Moh. Al Kayeni – Gua Pancur di Rawa 5, sejauh 18,9 km. Selanjutnya, terus di Jl. Moh. Al Kayeni sejauh 3,7 km atau sekitar 7 menit untuk mencapai Gua Pancur Jimbaran.
Berikut adalah harga tiket masuk untuk Gua Pancur Jimbaran: