NAWACITAPOST.COM - Bagi siapa pun yang mendengar nama Kabupaten Nganjuk, bisa dipastikan bakal tertuju dengan istilah Kota Angin. Kalau tempat wisatanya, adalah Air Terjun Sedudo.
Ya, keduanya memang menjadi ikon yang begitu melekat di dalam benak masyarakat, baik warga Nganjuk sendiri maupun warga luar Nganjuk.
Terlebih, kawasan lereng Gunung Wilis memiliki pesona alam yang ciamik nan memukau. Dengan kata lain, nggak rugi berwisata dan menghabiskan waktu libur di kawasan pengunungan Wilis.
Baca Juga: Tempat Wisata Alam Penuh Pesona di Nganjuk, Hits Air Terjun Sedudo Sejuk, Yuk Kunjungi
Bila membahas Air Terjun Sedudo, tentunya tertuju pada letaknya yang berada di kawasan pengunungan Wilis. Selain itu, juga pada tradisi upacara Parna Prahista atau mandi Sedudo yang dihelat setiap malam pergantian tahun Jawa dan Islam, yakni Suro dan Muharram.
Tradisi atau budaya masyarakat yang hingga kini masih lestari, tampaknya tak hanya berlangsung di wisata Air Terjun Sedudo. Beberapa lokasi lain di kawasan Gunung Wilis, juga demikian. Bahkan, ada juga beberapa tempat yang dianggap regilius dan disakralkan.
Salah satunya, adalah pertapaan Sedepok. Letaknya, masih berada di kawasan pegunungan Wilis. Tepatnya, berada di Desa Ngliman, Kecamatan Sawahan, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur.
Baca Juga: Sejumlah Wisata Malam Populer di Titik Nol Kilometer Yogyakarta
Bagi pecinta wisata religi, pasti sudah tidak asing mendengar nama Sedepok. Suka dan duka, tentunya sudah pernah dirasakan. Namun, bagi yang belum tau dan pingin ke sana, harus lebih dulu mempersiapkan fisik Anda.
Karena, untuk menuju ke Pertapaan Sedepok, harus ditempuh dengan jalan kaki sejauh sekitar 2 kilometer atau butuh waktu 1,5 jam. Lebih lagi, medan yang dilalui, cukup menanjak.
Dan tentunya, Anda akan merasakan capek, lelah, dan butuh meregangkan otot-otot ketika sampai di sana. Tenang saja, di pertapaan Sedepok, tersedia beberapa pemondokan untuk Anda yang pingin istirahat.
Baca Juga: Tempat Wisata Cendolan Tamansari Setu, Rasakan Sensasi Bekasi Rasa Bandung
Bahkan, pengunjung juga diperbolehkan menginap di sana. Namun, Anda jangan berharap lebih soal fasilitas, karena pemondokan itu bukanlah hotel yang menyediakan fasilitas apik nan lengkap. Pemondokan yang tersedia di sana, cukup sederhana.
Meski cukup sederhana, sensasi kesejukan udara khas pegunungan, tak bisa dibandingkan dengan kondisi di bawah pengunungan. Yang pasti, tak ada lawan. Benar-benar masih alami.