Lalu pada usia 5 bulan, Kenkulus dibelikan sound book yang berisi suara-suara ringan seperti suara anjing, kucing.
Selain karena didikan orang tua, Kenkulus juga sudah sangat pintar baik secara akademik maupun secara nalar.
“Waktu itu dia umur satu tahun 4 bulan, bola masuk ke kolong, tangan dia kecil gak bisa ngambil, dia minta ke aku sapu, aku tanya buat apa sapu, aku kasih aja sapu, gagangnya yang tinggi dipegang terus buat ngambil bola, nalarnya jalan,” kata Chika.
Terlepas dari cara didik yang diberikan lalu kepintaran Kenkulus secara akademik maupun nalar, orang tua Kenneth lebih mementingkan anaknya untuk memiliki adab, kesopanan, dan takut akan Tuhan, agar sang anak selalu berbuat baik dan tidak melakukan hal-hal buruk.