Kamis, 4 Juni 2026

Ada Kelemahan Minyak Jagung yang Perlu Diwaspadai, Apa Saja?

Photo Author
Vanessa, Nawacita Post
- Senin, 28 Agustus 2023 | 19:00 WIB

NAWACITApost.com  - Minyak jagung adalah minyak nabati olahan yang dihasilkan dari ekstraksi biji jagung. Minyak ini sering kali digunakan untuk memasak, terutama dalam teknik deep frying.

Minyak jagung juga dipakai untuk keperluan industri hingga bahan kosmetik, termasuk komposisi dalam make up, sabun cair, hingga sampo.

Walaupun begitu, minyak jagung paling dikenal sebagai minyak goreng yang memiliki titik asap yang sangat tinggi sehingga disebut ideal untuk menggoreng makanan agar renyah dengan sempurna.

Cara Penggunaan Minyak Jagung

Dalam menggunakan minyak goreng dari tumbuhan, Anda perlu memperhatikan titik didihnya. Jika dipanaskan hingga melewati titik didihnya, minyak akan tampak berasap. Apabila hal itu terjadi, kandungan nutrisinya akan berkurang dan menimbulkan perubahan rasa pada makanan.

Minyak kacang, minyak kedelai, dan minyak wijen cocok untuk digunakan dalam proses menggoreng, karena memiliki tingkat titik didih yang tinggi. Sementara minyak kanola, minyak jagung, dan minyak zaitun cocok digunakan untuk proses menumis dalam suhu sedang.

Sedangkan minyak dari biji rami atau kacang walnut, paling baik disajikan sebagai campuran salad atau makanan lain yang tidak melewati proses masak.

Apabila Anda memiliki masalah kolesterol tinggi, minyak jagung dapat Anda gunakan sebagai alternatif minyak untuk mengolah makanan. Jika perlu, kombinasikan dengan beberapa jenis minyak sehat lainnya agar mendapat manfaat yang maksimal.

Kelemahan Minyak Jagung yang Perlu Diwaspadai

Selain manfaat di atas, minyak jagung juga punya beberapa kelemahan yang mungkin lebih signifikan dibanding manfaat kesehatannya.

1.    Tinggi Lemak Omega-6

Asam lemak omega-6 memang bisa memberikan manfaat kesehatan, menurut beberapa penelitian. Namun, kandungan ini bisa berbahaya bila dikonsumsi secara berlebihan.

Menurut sebagian besar penelitian, tubuh perlu menjaga rasio omega-6 dengan omega-3 sekitar 4:1 untuk kesehatan yang optimal. Sedangkan minyak jagung, memiliki rasio lemak omega-6 dengan omega-3 46:1.

Jadi, mengonsumsi minyak jagung secara berlebihan berpotensi menyebabkan ketidakseimbangan antara kedua nutrisi tersebut. Hal itu bisa menyebabkan berbagai kondisi, seperti obesitas, gangguan fungsi otak, depresi, dan penyakit jantung.

2.    Melalui Proses yang Panjang

Selain itu, minyak jagung juga melalui proses pengolahan yang sangat panjang dari diekstraksi dari jagung sampai menjadi minyak yang bisa digunakan. Proses ini menyebabkan minyak jagung lebih cenderung teroksidasi. Senyawa oksidasi yang tinggi dalam tubuh malah bisa meningkatkan risiko kamu terhadap penyakit tertentu.

Pemanasan minyak ini juga menghasilkan akrilamida antinutrisi, senyawa yang sangat reaktif yang sudah dikaitkan dengan masalah dengan fungsi saraf, hormon, dan otot.

Jadi, meskipun mengandung sejumlah nutrisi baik yang penting untuk kesehatan, tetapi kamu dianjurkan untuk mengonsumsi minyak jagung secukupnya saja untuk mencegah dampak buruk yang bisa ditimbulkannya.

Editor: Vanessa

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini