Adi menambahkan bahwa sejumlah wali murid dan siswa yang datang ke kantor Cabdindik wilayah Kediri, selain curhat belum mendapatkan sekolah, ternyata ada juga wali murid yang diduga tertipu oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.
"Jadi mereka curhat belum mendapatkan sekolah, yang kedua mereka curhat, tertipu oknum tidak bertanggung jawab senilai Rp15.000.000 hingga Rp25.000.000, bahkan ada yang mengaku hingga tertipu Rp35.000.000," imbuhnya.
Eks Kepala Cabdindik wilayah Nganjuk ini membeberkan bahwa penipuan tersebut juga ada bukti mulai kwitansi, hingga nama oknum yang tidak bertanggung jawab tersebut, sekaligus ada bukti transfer melalui bank.
"Kami tetap menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, terduga pelaku akhirnya saya hadirkan, dan kami damaikan dengan korban, hingga ada kesepakatan di antara mereka, sehingga terduga pelaku juga tidak akan mengulangi perbuatan tersebut, begitupun juga korban tidak akan melanjutkan perkara ini ke ranah hukum," paparnya.
Baca Juga: Penyerahan Penghargaan Pemenang Kejuaraan, Ini 5 Lomba yang Telah Digelar Cabdin Pendidikan Nganjuk
Selain itu, Adi mengungkapkan bahwa anak dari korban dugaan penipuan tersebut juga dibantu untuk masuk ke sekolahan yang belum terpenuhi pagunya, sehingga anak tersebut dimasukkan ke salah satu SMA Negeri, di Kediri.
"Uang juga sudah dikembalikan oleh terduga pelaku kepada korban senilai Rp15.000.000, dan sudah membuat pernyataan kesepakatan damai bersama tertulis bermaterai 10.000, sehingga saat ini persoalan ini sudah selesai dan tidak ada lagi masalah," urai Adi.
Adi berpesan kepada masyarakat khususnya Kediri supaya tidak percaya kepada oknum-oknum, yang menjanjikan bisa meloloskan anaknya ke sekolahan tertentu, terlebih oknum yang tidak pernah atau tidak bersentuhan langsung dengan dunia pendidikan.
"Saat ini SPMB tahun ajaran 2025-2026 sudah selesai. Pada tahun yang akan datang yaitu tahun 2026 pada bulan Juni dan Juli, harapan saya masyarakat bisa memahami atau membaca Petunjuk Teknis (Juknis) yang berlaku," harapnya.
Baca Juga: Hari Pertama Masuk Kerja, Cabdin Pendidikan Nganjuk Gelar Halal Bihalal
Manakala sudah membaca juknis namun masih belum paham, Adi berharap masyarakat bisa datang langsung ke sekolah untuk berkonsultasi, sehingga bisa mendapatkan penjelasan yang terang benderang.
"Selain datang ke sekolah masyarakat boleh datang ke kantor Cabdindik untuk menemui panitia di tingkat Cabdin, sehingga bisa mendapatkan informasi atau penjelasan, terutama bagi masyarakat Kediri yang saat ini anaknya menduduki kursi kelas 9 baik SMP maupun Madrasah Tsanawiyah," tegasnya.
Perlu diketahui pada saat membuat pernyataan kesepakatan damai bersama, Cabdin Pendidikan wilayah Kediri juga melibatkan perwakilan personel dari Polres Kediri Kota, Polda Jatim.