Lebih dari itu, mantan Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat yang juga kelahiran asli Majalengka, mengaku ketika Pj Ketua TPP PKK Majalengka saat fokus pada pembuatan karyanya, dirinya seolah tergantikan oleh kesibukannya mengejar rampungnya Buku yang dirilis pagi ini.
"Adapun cerita dukanya, selama ibu melukis soal Nay dan Bunga Lotus ini saya merasa tidak pernah diperhatikan," dengan nada sembari tersenyum Dedi Supandi.
Lebih dari itu, dirinya menilai bahwa sebagai seorang perempuan tanpa terkecuali harus mampu menorehkan prestasi bagi harumnya Majalengka.
"Tapi, dibalik Lelaki Sukses ada sosok perempuan yang hebat dibelakang nya," tandasnya.(Defri Ardiansyah)