featured

Jangan Simpan Dendam Jika Tidak Ingin Hal Ini Terjadi di Diri Kalian

Jumat, 12 November 2021 | 10:53 WIB
Jakarta, NAWACITAPOST - Seringkali kita dihadapkan pada situasi yang sangat buruk seperti pertengkaran dengan seseorang atau mendapatkan perlakuan/perkataan yang menyakiti hati hingga membuatmu dendam. Perasaan seperti itu manusiawi namun bukan berarti itu baik untuk dipelihara. Perlu kamu tahu bahwa menyimpan dendam dapat berdampak buruk dan membawa kerugian untukmu.

Menyimpan dendam dapat berdampak buruk pada kesehatan fisik dan psikis, kamu bisa mengalami berbagai gangguan kesehatan hanya karena menyimpan dendam. Lagipula, memaafkan jauh lebih baik daripada memelihara dendam. Menyimpannya seperti membiarkan duri menancap di hatimu dalam waktu yang lama, sesekali duri itu akan meradang dan menyebabkanmu merasa sakit lagi.

Agar kamu semakin yakin, Nawacitapost kali ini akan mengulas 5 kerugian yang bisa menimpamu akibat menyimpan dendam. Bahasan kali ini akan memberikanmu pencerahan untuk mengikhlaskan setiap dendam yang ada di hidupmu selama ini.

1. Memicu gaya hidup tidak sehat
Menyimpan dendam ternyata berkaitan dengan berbagai penyakit kronis. Stres berat yang dirangsang oleh rasa dendam memicu seseorang untuk kurang memperhatikan kondisi kesehatannya. Suatu studi menunjukan kondisi temperamental yang diakibatkan menyimpan dendam menyebabkan seseorang lebih cenderung sering merokok dan memakan junkfood tinggi kalori, yang keduanya merupakan faktor risiko dari penyakit diabetes mellitus.

2. Mengubah susunan hormon otak
Otak merupakan organ yang bekerja saat kita berpikir, berkomunikasi, dan membentuk hubungan sosial dengan orang lain. Fungsi tersebut dipengaruhi oleh dua hormon yang saling berkaitan namun dapat bekerja berlawanan yaitu hormon kortisol dan hormon oksitosin. Hormon kortisol biasanya dilepaskan saat kita berada di bawah tekanan mental besar, seperti saat menyimpan dendam. Sebaliknya, hormon oksitosin diproduksi ketika kita memaafkan dan saat berdamai dengan diri kita maupun orang lain.

3. Memicu penuaan dini
Mekanisme penuaan dini berkaitan dengan sekresi hormon stress berlebih yang terjadi saat Anda menyimpan dendam hingga menimbulkan rasa depresi dan frustasi. Selain gangguan emosi, tubuh merespon stress berlebih dengan cara memicu penuaan dini karena adanya perubahan kromosom DNA dalam proses regenerasi untuk pembentukan sel baru sehingga memicu penuaan biologis organ dalam tubuh yang lebih cepat. Sebaliknya dengan memaafkan, hormon stress yang dihasilkan menjadi lebih terkendali dan diminimalisir sehingga proses respon stress dapat kembali normal.

4. Memicu penyakit dengan rasa nyeri kronis
Ini berasal dari sebuah dugaan yang menyatakan bahwa individu yang menyimpan dendam lebih sering mengalami beberapa kondisi medis. Suatu penelitian yang dilakukan pada populasi di Amerika Serikat menunjukan bahwa seseorang yang menyimpan dendam memiliki peluang 50% lebih tinggi untuk mengalami penyakit dengan rasa nyeri seperti ulserasi lambung, sakit punggung dan sakit kepala. Peneliti juga mengambil kesimpulan bahwa menyimpan dendam berkaitan kemungkinan berakitan dengan gangguan psikosomatis.

5. Meningkatkan risiko kerusakan jantung
Penumpukan emosi negatif sudah dikenal menjadi penyebab terjadinya tekanan darah tinggi pada seseorang, dan ini akan sangat berbahaya dalam waktu yang lama.

Sama halnya dengan munculnya emosi negatif, menyimpan dendam dalam beberapa waktu dapat membuat kita selalu merasa tertekan dan marah terlebih lagi mekanisme berulang tersebut dapat meningkatkan risiko penyakit jantung. Suatu riset yang dilakukan oleh Asosiasi Jantung Amerika sudah membuktikan bahwa menyimpan rasa marah dan dendam dapat memicu terjadinya penyakit jantung koroner yang didahului oleh kondisi tekanan darah tinggi dan arterosklerosis.

Tags

Terkini

Link Twibbon Hari Santri 2023

Selasa, 17 Oktober 2023 | 22:03 WIB

Apa Itu Umrah Backpacker?

Jumat, 6 Oktober 2023 | 23:05 WIB

Sikap Jujur, Salah Satu Nilai Luhur Sekolah Ananda

Senin, 28 Agustus 2023 | 10:41 WIB