Meski zaman sudah semakin modern, tak bisa dipungkiri kalau beberapa suku di Indonesia masih memegang ajaran nenek moyang.
https://www.youtube.com/watch?v=9iP209BCwSg
Ajaran dari para leluhur itu pun tidak terlepas dari hal-hal mistisnya yang sampai sekarang dipercaya masih kuat.
Dari ratusan suku di Nusantara, 9 suku ini termasuk yang terkuat dan paling ditakuti di Indonesia karena ilmu magist mereka.
1. Suku Dayak, Kalimantan Timur.
Pasti kamu sudah tidak asing lagi dengan suku yang satu ini. Ya, suku Dayak ini berasal dari Kalimantan Timur.
Kabarnya, masyarakat suku ini sampai sekarang masih memiliki ilmu sihir yang sangat berbahaya. Salah satu ilmu mistis yang paling terkenal dari suku ini adalah mandau terbang. Mandau itu senjata tradisional suku Dayak.
Dengan ilmu itu, orang Dayak tidak perlu mengejar musuhnya sampai mati-matian. Karena mandau tersebut bisa terbang sendiri dan menebas kepala si musuh.
Tapi di sisi lain, mandau terbang itu dikirim untuk melindungi orang yang mereka anggap kawan, saudara, dan keluarga. Ada pula ramuan buluh perindu yang bisa bikin siapa saja jatuh cinta. Konon, kalau ada laki-laki yang berani selingkuh, alat vital mereka seketika hilang dan muncul di dalam toples.
2. Suku Nias, Sumatera Utara
-
Suku Nias adalah salah satu suku asli Indonesia yang masih mempertahankan adat dan budayanya di era modern seperti sekarang. Penduduk yang hidup di Pulau Nias ini menjalani kehidupannya seperti yang dilakukan oleh nenek moyang agar tradisi tidak hilang dimakan oleh zaman dan juga modernisasi.
Penduduk di Pulau Nias dikenal akan budaya berperangnya, atau dalam situlah yang lebih keren adalah warrior mirip seperti kaum Sparta dan Mongol. Di masa lalu, para Nias Warrior berjuang mati-matian untuk mempertahankan wilayah dan juga harga diri kelompoknya hingga perang yang besar kerap terjadi.
Bahkan saat zaman penjajahan colonial Belanda, Suku Nias paling susah di Jajah oleh pasukan Belanda.
Selama puluhan tahun, Belanda tak bisa masuk terlalu dalam karena pasti akan diserang oleh para warrior yang siapa mempertaruhkan apa saja untuk suku dan desanya. Kawasan Pulau Nias adalah neraka bagi Belanda karena kebudayaan bertarungnya yang mengagumkan sekaligus mengerikan. Maka dari itu suku nias kerap dijuluki sebagai bangsa sparta asli Indonesia.
3. Suku Osing, Banyuwangi
-
Banyuwangi juga sering dikaitkan dengan hal-hal magis. Katanya, banyak dukun santet di daerah ini. Di Banyuwangi, ada satu suku yang paling ditakuti, bahkan sampai ke luar negeri loh. Suku Osing, namanya.
Tahun 1998, pernah terjadi Tragedi Santet Banyuwangi yang menewaskan ratusan orang. Mereka semua dibunuh dengan cara sadis, dari dipenggal sampai diarak keliling kota.
Ilmu santet biasa digunakan untuk tujuan balas dendam sampai si musuh meninggal (santet merah), bikin orang lain suka (santet kuning), dan melancarkan usaha (santet putih).
4. Suku Asmat, Papua
-
Suku Asmat dikenal dengan hasil ukiran kayunya yang unik. Populasi suku Asmat terbagi dua yaitu mereka yang tinggal di pesisir pantai dan mereka yang tinggal di bagian pedalaman. Suku Asmat meyakini bahwa mereka berasal dari keturunan dewa Fumeripitsy yang turun dari dunia gaib yang berada di seberang laut di belakang ufuk, tempat matahari terbenam tiap hari.
Suku asmat punya ritual cukup mengerikan, yakni ketika ada anggota keluarga yang meninggal, harus ada pemotongan jari dari anggota keluraga yang ditinggalkan.
Ada mitos yang mengatakan jangan sesekali membuat marah dan tersinggung suku asmat, siap siap kalian akan kena akibatnya. Kamu bisa mendadak sakit misterius, miskin mendadak, kecelakaan, dan masih banyak hal-hal tak terduga lainnya.
6. Suku Kajang Amma Toa, Sulawesi Selatan.
-
Di pedalaman Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, ada namanya suku Kajang Amma Toa. Suku ini percaya bahwa mereka tinggal di Tana Toa (tanah tertua) yang diciptakan Tuhan Bumi pertama kali. Suku Ammatoa atau Suku Kajang ini adalah suku yang mencintai alam. Kecintaan Suku Kajang terhadap lingkungan dikarenakan Suku Kajang yang menganggap hutan selayaknya ibu sendiri, karena ibu adalah sosok yang dihormati dan dilindungi.
Mereka biasanya mengenakan pakaian serba hitam untuk melambangkan kesederhanaan, kesetaraan, dan kematian yang bisa datang kapan saja.
Suku Kajang memiliki banyak ritual unik dan membahayakan, salah satunya adalah “attunu panroli”, ritual ini biasanya dilakukan ketika terdapat masalah. Diantaranya terjadi kasus pencurian di tengah pemukiman masyarakat adat. Ritual ini dilakukan dengan cara memegang linggis yang telah dibakar merah membara sebagai wadah mengetes kejujuran masyarakatnya.
Linggis ini tidak akan pernah terasa panas jika dipegang oleh seseorang yang bersifat jujur. Tapi jika sedikit berbohong maka linggis panas ini akan melumat tangannya.
Jika kabur dari upacara sakral ini, maka sesepuh adat akan berkumpul, dan mengucapkan mantra yang ditujukan kepada pelaku yang kabur, nantinya akan mengalami sakit dan berakhir dengan kematian.
7. Suku toraja
-
Toraja identik dengan keunikan budayanya dalam hal menghormati kematian seseorang, baik dalam bentuk upacara adat ataupun penguburannya. Ada beberapa tipe penguburan di sana, yakni kuburan gantung, gua, pahat, tanah, sampai patane (ruangan yang dibuat seperti rumah untuk menyimpan peti mayat).
Objek wisata Batu Lemo merupakan tempat pemakaman yang umum digunakan orang Toraja. Wujudnya berupa batu-batu berukuran besar yang dilubangi sedemikian rupa hingga membentuk sebuah ruangan. Ruangan inilah yang digunakan untuk meletakkan peti-peti dari dari satu rumpun keluarga.
Lubang ini diberi pintu kayu atau bambu sebagai penutup. Tapi, ada juga, lho yang nggak ditutupi sehingga peti, tengkorak, bahkan tulang-belulang bisa terlihat jelas kalo liang batu ini berada di sisi jalan.
8. Suku korowai, Mappi Papua.
-
Di wilayah paling timur dari negara kita tercinta ini ternyata menjadi tempat bermukimnya salah satu suku misterius yaitu, Korowai. Dikenal masih primitif, suku ini ternyata “tega” memakan daging manusia!
Untungnya praktik kanibalisme ini hanya terjadi saat mereka belum mengenal dunia sekitar. Disebutkan, masyarakat Korowai yang tinggal di daerah Kaibarm, Kabupaten Mappi tersebut baru ditemukan pada tahun 1970-an.
Hingga saat ini, masyarakat Korowai masih teguh memegang adat istiadatnya. Sehari-hari, mereka mengenakan pakaian dari dedaunan, tinggal di rumah panggung dengan tinggi sekitar 50 meter dari atas tanah, dan melakukan perburuan untuk bisa makan.
9. Suku Bati, Pulau Seram - Maluku
-
Seram disebut sebagai pulau utama sekaligus terbesar di Provinsi Maluku selain Pulau Ambon. Berkembang cerita bahwa di wilayah ini berdiam sebuah suku Indonesia misterius benama Bati. Berdasarkan omongan yang tak diketahui asalnya itu pula diketahui bahwa Suku Bati ini bukanlah manusia, melainkan makhluk besar yang sekilas mirip dengan kelelawar raksasa. Mereka kerap memangsa hewan sebagai santapan namun kadang anak kecil pun menjadi korban.
Semoga suku-suku yang ada di Indonesia tetap terjaga sehingga keberagaman budayanya tetap terlestarikan.