Baca Juga : Khilafah Itu Perusak Bangsa, Jangan Mudah Diadudomba
Awalnya si A memang ragu benar si Basuki yang disana atau bukannya. Namun, pihak pemanggil menyebutkan data Basuki. Si A yakin bahwa Basuki dimaksud adalah yang bekerja disana. Rupanya jawaban yang diterima si A dari pimpinan tempat Basuki bekerja tidak sesuai harapan. Sebut saja Findra dan Dila. Justru bicara urusan pribadi secara pribadi. Padahal, si A sudah menjelaskan. Bahwasanya karyawan Findra dan Dila sudah mencamtumkan no hp si A tanpa seizinnya. Tentu sebagai pimpinan Basuki semestinya tidak membela yang salah. Mencamtumkan no. hp tanpa seizin pemiliknya melanggar aturan. Baik aturan etika ataupun hukum. Terlebih untuk kepentingan pribadi yang tidak dibicarakan sebelumnya. Semestinya Basuki harus izin dan berbicara terlebih dahulu kepada si A. Bukan seenaknya saja langsung mencamtumkan.
Foto : Pemilik