Pembangunan 3 kapal selam tersebut, sebagai fase kedua pengadaan kapal selam di bawah pesanan Kementerian Pertahanan (Kemenhan). Sempat direncanakan pembangunan kapal selam ke-4, 5 dan 6 yang akan dibangun di PT PAL Surabaya.
Kontrak pengadaan kapal selam yang ke 4, 5, dan 6 sempat diteken pada 12 April 2019 oleh menteri pertahanan sebelumnya. Trus bagaimana tanggapan dan kebijakan Menhan Prabowo Subianto??
Baca Juga : Muhadjir Effendy Minta Inovasi Sains dan Akademik dari Universitas Bantu Penanggulangan Covid-19
Sebelumnya dua kapal selam yaitu KRI Nagapasa-403 dan KRI Ardadedali-404 dikirimkan ke Kemenhan pada Agustus 2017 dan Mei 2018. Kedua kapal dibuat di galangan DSME, Geoje, Gyeongsang Selatan, Korea Selatan. Sedangkan kapal selam ketiga Kapal Selam ALugoro-405 yang dibuat di PT PAL Surabaya sudah berhasil dibuat dan lolos tes menyelam, dan rencananya akhir 2020 akan diserahkan ke Kemenhan.
Direktur Utama PT PAL Indonesia Budiman Saleh sempat menyinggung soal nasib kontrak pengadaan kapal selam fase kedua sebanyak 3 unit, termasuk soal permasalahan anggaran.
"Pada 2020 ini kita fokus untuk menyelesaikan unit kapal selam ke 4, 5, dan 6, untuk itu kami berharap adanya kepastian tentang penambahan kekurangan dana PMN Rp 1,7 triliun," kata Budiman Februari 2020 lalu.
Selain akan memproduksi 3 kapal selam tersebut, PT PAL Indonesia masih akan memproduksi sekitar 6 kapal selam lagi, sehingga nantinya Indonesia punya 12 unit kapal selam buatan dalam negeri.
Rencana produksi kapal selam di Indonesia dalam jumlah besar sudah digariskan oleh Kemenhan sebelum era Menhan Prabowo. Dalam laporan tahunan Ditjen Potensi Pertahanan 2018 menunjukkan rencana tersebut
"Program Kapal Selam akan dilanjutkan ke tahap kedua, dengan pembuatan kapal selam ke-4 hingga ke-6. Pada tahap ini, proporsi PT. PAL dalam proses produksi diproyeksikan untuk semakin membesar, di mana Kapal Selam ke-6 sudah dibuat sepenuhnya di PT. PAL," jelas laporan itu.