featured

Lopis Raksasa, Hanya Ada Saat Moment Syawalan

Kamis, 7 Mei 2020 | 01:18 WIB
Pekalongan, NAWACITAPOST – Pemotongan lopis raksasa di bulan Syawal. Memang telah menjadi agenda rutinan. Ya yang diselenggarakan oleh warga Krapyak. Tapi bukanlah di bulan Syawal. Lebih tepatnya 7 hari setelah Hari Raya Idul Fitri dilaksanakan. Dinamakan Syawalan.

Foto : Prosesi Pemotongan Lopis Raksasa

Lopis sendiri merupakan salah satu jajanan tradisional. Terbuat dari beras ketan. Biasanya dipasangkan dengan gula merah maupun kelapa parut saat dimakan. Dalam pembuatan lopis raksasa, warga Krapyak Kidul dan Lor telah membuat kepanitiaan yang mana sudah ada pembagian tugas untuk setiap orang. Tentu yang menjadi panitia pembuatan lopis raksasa.

BACA JUGA: Kinerja Juliari Loyalitas, Prioritas Tidak Kesampingkan Lansia dan Disabilitas

Tahap pertama adalah pencucian beras ketan. Saat itu disediakan sekitar empat kuintal beras. Beras ketan dibersihkan. Menggunakan bak air yang mengalir. Pencucian dilakukan secara bertahap dan bergantian. Memasuki tahap kedua adalah pengukusan beras ketan. Dalam bahasa Pekalongan biasa disebut didang. Saat proses pengukusan, disediakan lebih dari empat dandang besar. Untuk mengukus dan pemasangannya sendiri menggunakan kayu bakar. Setelah itu, beras ketan yang telah selesai didang, ke tahap berikutnya. Ditumbuk hingga lengket. Saat proses penumbukan, juga dilakukan secara bergantian. Usai ditumbuk, beras dicetak ke tempat yang disesuaikan dengan dandang raksasa.

BACA JUGA: Bukan Saatnya Lagi, Takut dan Khawatir akan Rampok?

Tahap akhir, baru proses memasukkan lopis. Ya ke dalam dandang raksasa. Setelah masuk ke dandang raksasa, lopis juga memasuki beberapa proses lagi. Diantaranya proses pembalikan. Pada proses pembalikan, lopis ditarik dengan katrol. Yang mana membutuhkan beberapa tenaga kekompakkan dari panitia. Begitu pula dengan proses pengangkatan. Terlihat para panitia bahu membahu. Berusaha mengangkat lopis raksasa. Setelah berhasil diangkat, lopis diletakkan ke panggung berukuran sedang. Lopis akan diletakkan disana hingga perayaan Syawalan tiba.


-



Lopis raksasa dibuat berukuran Ton. Bukan kg lagi. Tingginya pun sangat menjulang. Lebih tinggi dari manusia pada umumnya. Semuanya akan dipotong untuk pertama kali. Sebagai tanda dimulainya tradisi syawalan. Biasanya setelah diawali dengan seremoni dan doa.

BACA JUGA: Yasonna Lantik Dirjen dan Irjen Beserta Jabatan Lain Kemenkumham

Walikota Pekalongan akan memangkas ujung lopis. Kemudian potongan - potongan kecil dari lopis akan dibagikan. Biasanya ke beberapa tokoh masyarakat yang hadir pada waktu itu. Selanjutnya separuh badan dari lopis akan dibagikan ke penonton yang datang. Tentu dari segala penjuru. Yang seru adalah pada bagian seringnya ribuan penonton akan berebut. Berusaha menjarah lopis. Menurut kepercayaan, setelah lopis didoakan. Maka yang mendapat potongan lopis dan memakannya akan mendapat keberkahan. ( Ayu Yulia Yang )

Tags

Terkini

Link Twibbon Hari Santri 2023

Selasa, 17 Oktober 2023 | 22:03 WIB

Apa Itu Umrah Backpacker?

Jumat, 6 Oktober 2023 | 23:05 WIB

Sikap Jujur, Salah Satu Nilai Luhur Sekolah Ananda

Senin, 28 Agustus 2023 | 10:41 WIB