"Tujuan MPLS ini, perlu kita pahami bersama, bahwa anak-anak ini berasal dari tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) maupun Madrasah Tsanawiyah (MTs). Tentunya mereka akan menghadapi situasi yang sangat baru, pengalaman yang sangat baru, sebelum nanti pembelajaran berlangsung," ungkap mantan guru penggerak ini.
Dengan kegiatan MPLS, menurut Sigit bisa lebih mendekatkan siswa-siswi pada jurusan masing-masing, juga pada jajaran dewan guru. Sehingga nantinya bisa mendapatkan kemudahan dalam mengikuti kegiatan pembelajaran di Smeksaker.
"Perlu kita pahami bersama, bahwa kita di sini mendidik, dan mengasah anak dalam tiga dimensi, yaitu dimensi pengetahuan, keterampilan, dan dimensi spiritual," kata Sigit.
Sigit menambahkan bahwa, tema yang diusung secara regional maupun nasional pada MPLS tahun ajaran 2025-2026 yaitu "MPLS Ramah" sementara untuk Smeksaker sendiri mengusung tema "Sekolah Pencetak Wirausaha".
Baca Juga: Tingkatkan Kemampuan Siswa, SMA Negeri 1 Gondang Lakukan Kegiatan SKAL di Dua Tempat
"Kita sendiri mengusung tema "Sekolah Pencetak Wirausaha" sesuai dengan konsep yang ada di Smeksaker, yang akan dipahami bersama oleh komunitas keluarga besar SMK Negeri 1 Kertosono," imbuhnya.
Sigit berharap kepada para orang tua atau wali siswa-siswi, maupun masyarakat untuk ikut serta berpartisipasi mendukung demi mensukseskan pendidikan, dikarenakan suksesnya pendidikan tidak hanya dimotori oleh para guru.
"Suksesnya pendidikan tidak hanya dimotori oleh sekolah (dalam hal ini adalah bapak/ibu guru), tentunya bisa juga ada partisipasi dari orang tua atau wali murid, juga dari masyarakat," terangnya.
Sigit menegaskan bahwa ada tiga komponen besar yang bisa ikut serta mensukseskan pendidikan, yaitu sekolah, orang tua atau wali, dan masyarakat.
Baca Juga: Digelar Secara Sederhana, Pelepasan Siswa-Siswi Kelas XII SMA Negeri Tanjunganom Penuh Makna
"Adapun masyarakat dimaksud adalah, masyarakat yang dekat dengan rumahnya masing-masing siswa, masyarakat yang dekat dengan sekolah, maupun masyarakat dimana anak itu berkegiatan," tegasnya.
Sementara Aira Arum Pratiwi, kelas X-DPB 1 salah satu siswa baru yang mendapatkan bantuan seragam dari Smeksaker berkata senang dan bahagia dikarenakan dirinya sangat membutuhkan.
"Saya sangat bersyukur, karena saya tidak memiliki bapak, mungkin dengan bantuan ini saya bisa memakai dengan senang hati," ucap siswa yang beralamat dari Jalan Dr. Sutomo, Kelurahan Banaran, Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur.
Artikel Terkait
Rotasi atau Mutasi Jabatan, Kepala SMA Negeri 1 Rejoso Pindah Jabat di SMA Negeri 1 Gondang
Momentum Hari Raya Idul Fitri, SMA Negeri 3 Nganjuk Gelar Event Silaturahmi dan Halal Bihalal
Terkait Berita yang Beredar, Ini Kronologi Hingga Fakta yang Terjadi di SMA Negeri 1 Sukomoro
Terkait Kebijakan SMA Negeri 1 Sukomoro, Ketua MKKS SMA Negeri Buka Suara
MKKS SMA Negeri Kota Madiun Anggarkan Rp 7.200.000 Per Lembaga Tiap Tahun, Diduga Tak Jelas Peruntukannya