ekonomi

Tiga Saham Pilihan Hari Ini Bergerak Bervariasi, Peluang Cuan Tetap Terbuka Lebar

Rabu, 30 September 2026 | 17:30 WIB
Gerai Foot Locker. Di Indonesia, jaringan ritel ini berada di bawah Grup MAP. (Foot Locker, Inc.)

NAWACITAPOST.COM — Pertarungan harga di lantai bursa berlangsung sengit hingga penutupan sesi I perdagangan Rabu, 30 September 2026.
 
Tiga Saham Pilihan Hari Ini bergerak bervariasi dengan dinamika yang menegangkan: saham PT Sumber Global Energy Tbk (SGER) dan PT Sarana Mitra Luas Tbk (SMIL) berhasil melaju ke zona hijau, sementara PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) tertekan di zona merah.

Berdasarkan data TradingView hingga jeda siang, SGER naik Rp5 atau 0,68% menjadi Rp740. SMIL menguat Rp4 atau 0,91% ke Rp444, sedangkan MAPI turun Rp10 atau 0,65% menjadi Rp1.540.
 
Baca Juga: Duka Malaysia: Siti Hasmah, Sang Ibu Negara Teladan dan Pelopor Kesehatan, Tutup Usia

Ketiganya masuk daftar pilihan Bareksa untuk strategi perdagangan jangka pendek atau quick trade. Dalam analisis yang dipublikasikan Selasa, rekomendasi tersebut menggunakan acuan harga perdagangan 28 September.

Investment Strategist Bareksa, Sigma Kinasih, menilai ketiga saham memiliki peluang kenaikan, tetapi pemilihan harga beli dan disiplin membatasi kerugian tetap menjadi perhatian utama yang tidak boleh diabaikan oleh para investor.

“Tiga saham pilihan hari ini yakni SGER, MAPI, dan SMIL, semuanya sedang dalam tren naik dengan potensi untung yang cukup menarik dibanding risikonya,” tulis Sigma dalam analisisnya.

SGER: Cermati Area Beli setelah Kenaikan Tajam

Bareksa menetapkan target harga SGER di kisaran Rp785–805, dengan area beli Rp715–735 dan batas kerugian atau stop loss Rp685. Area masuk yang lebih diprioritaskan berada pada Rp715–720.
 
Baca Juga: Tembus Pasar AS dan Jerman, Bea Cukai Pangkalpinang Kawal Ekspor Daun Ketapang UMKM Bangka
 
Pada harga Rp740 hingga sesi I, posisi SGER berada sedikit di atas rentang beli yang disarankan dalam analisis tersebut.

Sigma mencatat, berdasarkan posisi 28 September, harga SGER masih bertahan kukuh di atas rata-rata pergerakannya. Momentum penguatan membuka peluang kenaikan lanjutan, tetapi saham ini telah melonjak tajam 25,21% dalam sebulan pada periode pengamatan Bareksa.

“Prioritaskan entry di Rp715–720 karena potensi untung dari harga beli atas relatif seimbang dengan risikonya, mengingat kenaikan yang sudah cukup jauh terjadi,” tulis Sigma.
 
Kenaikan yang telah berlangsung cukup fantastis membuat risiko koreksi jangka pendek perlu diwaspadai apabila momentum penguatan tidak berlanjut.
 
Baca Juga: Sekda Jabar Herman Suryatman Hentakkan Bappeda 27 Daerah Gariskan Perubahan Radikal

MAPI: Harga Mendekati Rentang Beli

Untuk MAPI, Bareksa memasang target tinggi di angka Rp1.630–1.675. Area beli yang disarankan berada pada Rp1.485–1.535, dengan batas kerugian ketat di Rp1.470. Harga MAPI sebesar Rp1.540 hingga sesi I berada Rp5 di atas batas atas rentang beli tersebut.

Dalam analisisnya, Sigma menyebut posisi MAPI pada 28 September masih berada di atas rata-rata harga 20 dan 50 hari. Kondisi teknikal itu menjadi dasar penilaian kuat bahwa tren naik masih berlanjut.

“Potensi untung dari harga beli yang disarankan cukup seimbang dibanding risikonya,” tulis Sigma.
 
Karena penilaian tersebut mengacu pada rentang masuk tertentu, perubahan harga pembelian akan memengaruhi perbandingan potensi keuntungan dan risiko kerugiannya.
 
Baca Juga: Sidak Ombudsman Berbuntut Panjang: DPR RI Buka Tabir Kehadiran Dua Napi Koruptor

SMIL: Menguat Mendekati Target Awal

Sementara itu, Bareksa menetapkan target harga SMIL sebesar Rp452–464, dengan area beli Rp422–426 dan batas kerugian Rp416. Penguatan hingga Rp444 pada sesi I membawa SMIL kian dekat memukul target awal Rp452.
 
Namun, harga tersebut juga sudah melampaui rentang beli dalam rekomendasi Bareksa.

Dalam pengamatan per 28 September, Sigma menilai SMIL berada dalam fase konsolidasi di sekitar rata-rata harga 20 hari, tetapi tetap bertahan di atas rata-rata 50 hari.

“Dari ketiga saham, SMIL menawarkan potensi untung paling menarik dibanding risikonya,” tulis Sigma. Penilaian itu perlu dibaca secara cermat bersama area beli dan batas kerugian yang tercantum dalam analisis tersebut.

Hingga sesi I Rabu, ketiga saham berada di atas rentang beli yang disarankan Bareksa dalam publikasi 29 September.
 
Dengan demikian, target harga perlu dicermati bersama perubahan harga pasar, sementara batas kerugian tetap menjadi benteng pertahanan utama bagian dari strategi perdagangan jangka pendek.

Tags

Terkini