ekonomi

Pemerintah Bagikan 342.621 Rice Cooker Gratis, Siapa Saja yang Berhak Mendapatkanya?

Kamis, 18 Januari 2024 | 15:53 WIB
Rice cooker (X)

NAWACITAPOST.COM - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terus melanjutkan program penyediaan Alat Memasak Listrik (AML) atau rice cooker gratis sebagai bagian dari transformasi energi nasional.

Hingga pertengahan Januari 2024, pemerintah telah menyalurkan sebanyak 342.621 unit rice cooker. Jumlah tersebut mencapai 68,5% dari target akhir 500.000 unit dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2023.

"Targetnya 500.000 unit kita bisa selesaikan hampir 70 persen," kata Direktur Jenderal Ketenagalistrikan, Jisman P Hutajulu, dikutip Kamis (18/1/2023).

Baca Juga: Lebih Dekat dengan Totok Lusida: Pengusaha Properti dan Ketua Umum REI Periode 2019-2022

Jisman mengungkapkan distribusi dilakukan ke 36 provinsi di seluruh Indonesia, dengan fokus distribusi yang intensif di Jawa-Bali. Realisasi di Jawa-Bali mencapai 56,30% atau sebanyak 192.890 unit dari alokasi.

Selanjutnya, Pulau Sumatra sebanyak 61.040 unit atau sekitar 17,82%. Distribusi terbanyak ketiga dan keempat, yaitu Sulawesi sebanyak 36.648 unit dan Kalimantan mencapai 35.307 unit.

Pemerintah menargetkan distribusi AML bisa selesai seluruhnya pada akhir Januari 2024.

Baca Juga: Persiapan Debat Keempat Pilpres 2024: Jadwal, Panelis, dan Tema Pembahasan

Program ini memiliki tujuan utama untuk mengurangi impor LPG yang bersubsidi. Oleh karena itu, penerima rice cooker gratis adalah masyarakat pengguna gas tabung subsidi.

Jisman menjelaskan bahwa penerima harus memenuhi persyaratan validasi kepala desa dan memberikan pernyataan menggunakan LPG 3 kilogram.

Program ini diatur melalui Peraturan Menteri ESDM Nomor 11 Tahun 2023 tentang Penyediaan Alat Memasak Berbasis Listrik Bagi Rumah Tangga. Petunjuk teknisnya kemudian diterbitkan melalui Keputusan Menteri ESDM Nomor 548.K/TL.04/DJL.3/2023.

Baca Juga: 7 Tempat Romantis di Jakarta untuk Rayakan Hari Valentine

Lima merek rice cooker yang memenuhi spesifikasi ditetapkan melalui e-katalog dari beberapa badan usaha, yaitu Cosmos, Maspion, Miyako, Sanken, dan Sekai.

Program ini diharapkan mampu meningkatkan konsumsi listrik sekitar 140 gigawatt hours (GWh), setara dengan kapasitas pembangkitan 20 megawatt (MW). Selain itu, potensial untuk menghemat LPG sekitar 29 juta kilogram atau setara dengan 9,7 juta tabung 3 kg.

Halaman:

Tags

Terkini