Jumat, 5 Juni 2026

Cegah TPPO Terhadap Pekerja Migran Indonesia, Kepala BP2MI  Benny Rhamdani Masifkan Sosialisasi

Photo Author
Ronaldy, Nawacita Post
- Minggu, 22 Oktober 2023 | 10:05 WIB
Kepala BP2MI, Benny Ramdhani, saat Sosialisasi Pencegahan TPPO terhadap Pekerja Migran Indonesia  di Margahayu Kopo, Kabupaten Bandung, Jumat (20/10/2023). Foto : Humas BP2MI.
Kepala BP2MI, Benny Ramdhani, saat Sosialisasi Pencegahan TPPO terhadap Pekerja Migran Indonesia di Margahayu Kopo, Kabupaten Bandung, Jumat (20/10/2023). Foto : Humas BP2MI.


NAWACITApost.com  - "Masih adanya oknum yang membekingi sindikat bisnis kotor, kurangnya wawasan maupun pengetahuan masyarakat tentang prosedur resmi yang dikelola pemerintah dan ini masih dinilai kurang," ujar Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Ramdhani di acara Sosialisasi Pencegahan TPPO terhadap Pekerja Migran Indonesia  di Margahayu Kopo, Kabupaten Bandung, Jumat (20/10/2023), dalam website resmi bp2mi.go.id.


BP2MI terus masifkan sosialisasi kepada masyarakat  agar tidak menjadi korban sindikat Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) terutama pada Pekerja Migran Indonesia, tegasnya.





Benny mengatakan, sindikat penempatan ilegal pekerja migran, masih membayangi masyarakat Indonesia terutama Jawa Barat.

Dalam sosialisasi itu, Kepala BP2MI  memaparkan proses penempatan Pekerja Migran Indonesia secara resmi dan bahayanya tindakan sindikat TPPO.

Benny mengatakan, peluang bekerja di luar negeri masih terbuka lebar, sangat luas bila dibandingkan lapangan pekerjaan di dalam negeri. Meski demikian, harus diwaspadai jeratan sindikat TPPO, yang nantinya bakal merugikan para pekerja migran.

"Mudah-mudahan mereka tidak hanya memiliki kesadaran untuk bekerja ke luar negeri, tetapi juga kesadaran untuk memproteksi, teman-teman mereka, saudara satu kampung agar tidak menjadi korban penempatan ilegal, korban perdagangan orang. Itu tidak kalah penting,"ucap Benny

BP2MI bekerja sama dan berkolaborasi dengan berbagai pihak, sambung Benny, untuk menyiapkan Pekerja Migran Indonesia yang siap bekerja hingga proses penempatan di luar negeri. Belum lagi berbagai fasilitas yang disiapkan BP2MI, untuk menempatkan para pekerja migran yang merupakan pahlawan devisa ini.

"Di Kabupaten  Bandung terdapat 1.114 pekerja migran, ini yang resmi. Namun, trennya di mana kantong penempatan resmi tiga kali lipat dari angka resmi itu adalah angka yang berangkat tidak resmi,” tegas Benny.

Benny merasa prihatin dengan masih banyaknya Pekerja Migran Indonesia yang berangkat ke luar negeri secara ilegal.

Benny menyinggung keterlibatan oknum pemerintah dalam sindikat TPPO. Mengingat ini merupakan  bisnis kotor yang sangat menggiurkan. "Karena uangnya besar. Ini adalah bisnis kotor, bisnis haram yang perputaran uangnya besar,” tegas Benny.

Tujuan sosialisasi masih dapat mencegah penempatan ilegal Pekerja Migran Indonesia diluar negeri, pungkas Benny.

 


Editor: Ronaldy

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini