Kamis, 4 Juni 2026

Tembus 9.000 Orang, Sestama BP2MI Rinardi ke Pekerja Migran Indonesia ke Korsel : Bertahan Hingga Masa Kontrak Kerja Berakhir dan Jangan Jadi Pekerja yang Kaburan 

Photo Author
Ronaldy, Nawacita Post
- Rabu, 11 Oktober 2023 | 12:13 WIB
Sestama BP2MI Rinardi lepas 44 Pekerja Migran Indonesia ke Korsel,  di Ballroom el Hotel Royale, Jakarta, Selasa (10/10/2023). Foto : Humas BP2MI.
Sestama BP2MI Rinardi lepas 44 Pekerja Migran Indonesia ke Korsel, di Ballroom el Hotel Royale, Jakarta, Selasa (10/10/2023). Foto : Humas BP2MI.


NAWACITApost.com -“Bekerja ke luar negeri tidak semudah di dalam negeri. Bekerjalah sesuai kemampuan dan keterampilan yang dimiliki. Dan ingat, bekerja di luar negeri itu tidak bisa selamanya. Setelah bekerja, diharapkan bisa menyisihkan sebagian penghasilannya untuk ditabung,” jelas Sestama BP2MI Rinardi ketika melepas 44 Pekerja Migran Indonesia (PMI) ke Korsel di Ballroom el Hotel Royale, Jakarta, Selasa (10/10/2023), dalam website resmi BP2MI.go.id yang dilihat nawacitapost.com, Rabu (11/10/2023).





“Seperti pesan Kepala BP2MI, bekerjalah sesuai bidang kerja yang sudah dipilih dan bertahan hingga masa kontrak kerja berakhir, jangan jadi pekerja yang kaburan,” ungkap Rinardi.

Hingga tanggal 10 Oktober 2023 BP2MI mencatat telah menempatkan sebanyak lebih dari 9.000 orang Pekerja Migran Indonesia Program Government to Government (G to G) ke Korea Selatan, ujar Rinardi.

Mewakili Kepala BP2MI, Benny Rhamdani, Sestama BP2MI Rinardi menyatakan, hingga akhir tahun 2023, BP2MI menargetkan sebanyak 13.000 Pekerja Migran Indonesia G to G dapat ditempatkan ke Korea Selatan.

“Korea Selatan saat ini mengalami aging population, yang mengakibatkan kurangnya tenaga kerja muda untuk menggerakkan ekonomi negara guna menghasilkan pajak. Peluang inilah yang kita manfaatkan dengan menempatkan banyak Pekerja Migran Indonesia,” jelas Rinardi.

BP2MI berharap seluruh Pekerja Migran Indonesia yang bekerja ke Korea Selatan dapat berangkat dengan aman dan terlindungi dengan baik.

Dijelaskannya bahwa Korea Selatan adalah salah satu negara penempatan yang memiliki tingkat Pekerja Migran Indonesia kaburan yang tinggi. Hal ini diungkapkan Rinardi, salah satu sebabnya adalah karena saat berangkat, para Pekerja Migran Indonesia tersebut belum merasa siap dari segi kemampuan, sehingga mereka mencoba mencari peluang usaha lain saat sudah tidak betah bekerja.

Dilanjutkan pula oleh Rinardi bahwa saat ini Kepala BP2MI sedang berada di Korea Selatan dan telah mengusulkan agar menambah titik tempat pelatihan bagi Pekerja Migran Indonesia di sana, yang selama ini hanya ada dua titik.

“Kepala BP2MI dalam kunjungan kerjanya ke Korea Selatan, mengunjungi para komunitas Pekerja Migran Indonesia untuk mendengar berbagai kendala dan masukan yang belum tersampaikan kepada BP2MI sehingga menjadikan pelayanan BP2MI akan semakin baik ke depannya,” tutup Rinardi.

Pelepasan ini juga dihadiri oleh Deputi Penempatan dan Pelindungan Kawasan Eropa dan Timur Tengah, Lasro Simbolon; Plt. Deputi Penempatan dan Pelindungan Kawasan Amerika dan Pasifik, Brigjen Pol. Dayan Victor Blegur; dan Inspektur BP2MI, Suwedi.

 


Editor: Ronaldy

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini