Jumat, 5 Juni 2026

Resmikan Puluhan Rumah Relokasi, Bupati Majalengka: Semakin Banyak Rumah Sehat di Majalengka

Photo Author
nurjayakbe, Nawacita Post
- Kamis, 24 Agustus 2023 | 23:48 WIB

Majalengka, NAWACITAPOST.COM - Kabupaten Majalengka menjadi daerah yang rawan bencana alam di Provinsi Jawa Barat yakni menempati urutan ke 15.

Dampak dari bencana alam yang terjadi di Majalengka, puluhan rumah rusak bahkan tidak layak huni oleh pemilik rumah. Sehingga, Pemerintah Kabupaten Majalengka bersama instansi terkait memberikan rumah relokasi bagi para warganya yang terdampak bencana tersebut.

Pasca bencana alam yang terjadi pada beberapa tahun lalu, Bupati Majalengka Karna Sobahi secara simbolis menyerahkan kunci rumah sekaligus peresmian Rumah Relokasi Pasca Bencana Alam yang menimpa beberapa wilayah di Kabupaten Majalengka yang dilakukan bersamaan dengan launching Bantuan CSR Rutilahu Tahun 2023, di Desa Girimulya Kecamatan Banjaran Kabupaten Majalengka.

Hal itu disampaikan oleh Bupati Majalengka Karna Sobahi mengatakan bahwa hari ini akan diserahkannya sejumlah rumah kepada masyarakat di Kabupaten Majalengka hasil dari Relokasi rumah pasca Bencana alam yang telah melanda pada tahun 2020 silam.

Mengingat hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Majalengka beserta stakeholder terkait telah melakukan berbagai upaya untuk membantu para korban, salah satu diantaranya ialah melalui pembangunan Rumah Relokasi layak huni atau sehat.

"Saya berharap dengan diserahkannya rumah relokasi pasca bencana ini dapat memberikan tempat tinggal yang lebih layak huni dan dalam lokasi yang lebih aman dari lokasi sebelumnya, syukuri apa yang didapat dan tetap harus waspada terhadap bencana alam dimanapun berada," ujar Bupati Majalengka Karna Sobahi, Kamis (24/8/2023).

Adapun soal bencana alam terjadi, Bupati Majalengka memberikan catatan bagi beberapa titik untuk menjadi concern pihaknya memberikan edukasi terkait kebencanaan. Diantaranya adalah di Kecamatan Banjaran tepatnya di Desa Girimulya, kemudian Kecamatan Lemah sugih di Desa Mekarjaya dan di Kelurahan Munjul Kecamatan Majalengka Kota.

"Majalengka merupakan wilayah yang rawan bencana, dua permasalahan yang kerap terjadi di wilayah Kabupaten Majalengka yakni di wilayah selatan pada musim hujan sering terjadi longsor dan di wilayah utara sering terjadi banjir, untuk itu sangat diperlukannya langkah antisipatif kepada masyarakat melalui sosialisasi dan edukasi mengenai langkah antisipatif dalam menghadapi bencana alam," ungkap Bupati.

Wujud memperkuat mitigasi kebencanaan, Pemkab Majalengka melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta instansi terkait, Bupati Majalengka berharap adanya gerakan yang masif dalam memberikan edukasi kepada masyarakat soal tanggap darurat kebencanaan.

"Kemudian juga perlunya sosialisasi kepada masyarakat agar sadar pada suatu kondisi, sehingga diharapkan dengan langkah antisipatif mencegah adanya korban jiwa apabila menghadapi bencana alam," tegasnya.

Dalam menghadapi sebuah bencana baik itu bencana alam atau lainnya, lanjut pria mantan wakil Bupati Majalengka dua periode itu, bahwa tidak dapat diatasi oleh Bupati dan Wakil Bupati saja, namun perlunya kerjasama dan perhatian dari berbagai pihak, salah satunya pihak Perusahaan.

Untuk itu, tambah Karna, melalui CSR Perusahaan dapat membantu masyarakat di Majalengka yang membutuhkan pertolongan baik itu masyarakat yang telah tertimpa bencana maupun hal lainnya dapat terbantu.

Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) Kabupaten Majalengka, Sidharta mengatakan program rutilahu bertujuan untuk membantu masyarakat dalam mendapatkan rumah layak huni yang didukung oleh swadaya masyarakat sehingga menciptakan rumah yang layak huni, dan sehat.

"Perbaikan rumah tidak layak huni sejauh ini yang telah dikerjakan oleh Dinas DPKPP yaitu, bersumber dari Dana DAU sejumlah 80 unit, perbaikan Rutilahu yang bersumber dari CSR Perusahaan sejumlah 28 unit dan Relokasi pasca musibah bencana sejumlah 53 unit."

"Adapun dana yang terserap untuk perbaikan Rutilahu hingga kini terhitung sebanyak 587 unit rumah, baik itu bersumber dari dana Provinsi maupun Kabupaten dengan menyerap anggaran sebesar 11,74 Miliyar Rupiah.

Adapun bantuan pembangunan Rumah Relokasi Pasca Bencana, dia menjelaskan sebanyak 53 unit rumah berhasil dibangun dengan jumlah Anggaran yang dikeluarkan sebanyak Rp. 3,8 Milyar.

"Untuk Relokasi Rumah Pasca Bencana sejumlah 53 unit dengan masing-masing rumah mendapatkan bantuan 60 juta Rupiah sehingga total sebesar 3,18 Miliyar Rupiah sehingga total keseluruhan sebesar 14 miliyar lebih anggaran dipergunakan untuk Rutilahu dan Relokasi Rumah Pasca Bencana di Majalengka," pungkasnya.(Defri Ardiansyah)

Editor: nurjayakbe

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Terkini