Jumat, 5 Juni 2026

Semester I/2023, Bank DKI Salurkan Kredit Rp50,11 Triliun

Photo Author
Ahmad, Nawacita Post
- Jumat, 28 Juli 2023 | 14:54 WIB

NAWACITApost.com - , Bank DKI mencatatkan pertumbuhan kinerja kredit dan pembiayaan sebesar 14,82% menjadi Rp50,11 triliun, pada semester I/2023. Adapun penyaluran kredit dan pembiayaan pada periode yang sama tahun lalu mencapai Rp43,64 triliun.

Direktur Utama Bank DKI Fidri Arnaldy mengatakan pertumbuhan penyaluran kredit dan pembiayaan Bank DKI ini lebih baik dari pertumbuhan kredit dan pembiayaan secara nasional berdasarkan data Statistik Perbankan Indonesia (SPI) yang diterbitkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), hingga April 2023 yang tumbuh sebesar 8,26 persen. Selain itu, kinerja Bank DKI juga lebih baik dari rata-rata pertumbuhan kredit dan pembiayaan BPD yang tumbuh sebesar 10,07 persen.

Dia mengatakan, kinerja positif ini didorong pertumbuhan penyaluran kredit tahunan (yoy) pada seluruh segmen, dengan fokus pada bidang UMKM. Pertumbuhan yang signifikan terjadi pada kredit ritel yang tumbuh sebesar 74,46 persen menjadi Rp1,43 triliun pada Juni 2023 (yoy), dari posisi Rp821,54 miliar pada Juni 2022.

"Kinerja positif ini didorong pertumbuhan penyaluran kredit secara year on year (yoy) pada seluruh segmen, dengan fokus pada bidang UMK," kata Fidri, di Jakarta, Jumat (28/7/2023).

Kredit mikro, lanjut Fidri, melesat 52,50 persen menjadi Rp2,98 triliun pada Juni 2023 (yoy), dari posisi Rp1,95 triliun pada Juni 2022. Selain itu, kredit konsumer juga mencatat pertumbuhan positif sebesar 14,23 persen menjadi Rp20,94 triliun pada Juni 2023.

Kredit sindikasi tumbuh 33,48 persen menjadi Rp6,62 triliun pada Juni 2023 (yoy), dari posisi Rp4,96 triliun pada Juni 2022. Sedangkan, penyaluran pembiayaan untuk segmen syariah tumbuh 10,19 persen menjadi sebesar Rp7,82 triliun pada Juni 2023.

"Seiring dengan peningkatan penyaluran kredit dan pembiayaan tersebut turut mendorong peningkatan aset Bank DKI sebesar 12,08 persen hingga menjadi Rp82 triliun pada Juni 2023 [yoy], dari posisi Rp73,17 triliun tahun sebelumnya," sambungnya.

Fidri menambahkan, Bank DKI senantiasa memprioritaskan pengelolaan risiko yang efektif, pengaturan portofolio kredit yang berorientasi pada segmen UMKM dan pengawasan secara ketat untuk memastikan kualitas aset yang optimal. Sehingga, Rasio Non Performing Loan (NPL) Gross mengalami perbaikan menjadi 1,90 persen (yoy) pada kuartal II/2023 dari periode yang sama tahun sebelumnya 2,26 persen.

Selain itu, Bank DKI juga melakukan mitigasi potensi risiko seiring dengan pertumbuhan kredit dengan menjaga Coverage Ratio sebesar 219,16 persen. Terhadap berbagai pencapaian tersebut, Bank DKI masih membukukan laba bersih sebesar Rp477,88 miliar per Juni 2023 (yoy). Namun, angka tersebut turun dibandingkan periode Juni 2022 yang tercatat sebesar Rp504,89 miliar.

Editor: Ahmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Terkini