NAWACITApost.com - Dalam dunia bisnis, laporan keuangan adalah alat penting yang digunakan untuk mengevaluasi kesehatan keuangan suatu perusahaan. Dalam laporan keuangan tersebut, terdapat dua jenis aset yang perlu dipahami dengan baik, yaitu aset lancar dan aset tidak lancar.
Memahami perbedaan antara kedua jenis aset ini adalah kunci untuk menggambarkan likuiditas dan stabilitas keuangan suatu perusahaan. Aset lancar merujuk pada aset yang dapat dengan mudah dikonversi menjadi uang tunai dalam jangka waktu satu tahun atau siklus operasional perusahaan.
Aset lancar penting dalam menilai likuiditas perusahaan dan kemampuannya untuk memenuhi kewajiban jangka pendek. Sedangkan, aset tidak lancar cenderung digunakan dalam operasi jangka panjang perusahaan dan memberikan manfaat ekonomi dalam jangka waktu yang lebih lama. Lalu, apa perbedaan di antara keduanya? Simak ulasan selengkapnya di bawah ini.
Aset Lancar
Selain aset tetap, kita juga mengenal aset lancar dalam dunia akuntansi. Aset lancar adalah sebutan untuk aset atau kekayaan yang dimiliki oleh perusahaan yang bisa diubah menjadi uang tunai. Dengan kata lain, aset lancar merupakan aset yang bisa diukur dengan satuan nilai mata uang.
Contoh-contoh Aset Lancar
Aset lancar disebut juga sebagai aset yang bisa dicairkan sewaktu-waktu. Berikut ini berbagai contoh dari aset lancar :
a. Uang Tunai
Bagi sebuah perusahaan, uang tunai bisa disebut sebagai uang kas atau kas perusahaan. “Kas” adalah sebuah sebutan untuk uang tunai perusahaan, sedangkan “Bank” adalah sebutan bagi uang perusahaan yang ada pada rekening bank.
b. Surat Berharga
Surat berharga termasuk aset lancar yang biasanya digunakan untuk bukti kepemilikan suatu kekayaan yang bernilai. Surat jenis ini bisa diperdagangkan dengan pihak lain serta ditukar dengan uang tunai. Beberapa contoh surat berharga perusahaan adalah deposito, obligasi, saham, wesel, dan lain sebagainya.
c. Piutang
Piutang perusahaan juga termasuk aset lancar, yang merupakan tagihan pada pelanggan yang membeli barang pada perusahaan Anda secara kredit. Proses piutang biasanya dijanjikan akan dilunasi dalam kurun waktu tertentu. Proses ini biasanya akan dilunasi pada waktu tertentu oleh kedua belah pihak.
Aset Tidak Lancar
Aset yang satu ini merupakan hal yang penting bagi perusahaan, karena tidak bisa dicairkan langsung menjadi uang tunai. Dalam kata lain, jenis aset yang satu ini memiliki teknik pencatatan yang cukup rumit pada laporan keuangan perusahaan. Selain itu, proses menjual kembali jenis aset ini nantinya akan cukup lama.
Contoh Aset Tidak Lancar
a. Aset Tetap
Aset tetap adalah aset yang digunakan oleh perusahaan untuk melakukan proses produksi namun berwujud tetap. Jenis aset ini sifatnya jangka panjang, dan tidak akan diperjualbelikan dalam jangka waktu lama.
Contohnya tanah dari bangunan gedung perusahaan yang tidak akan dijual hingga belasan tahun lamanya. Selain itu berbagai mesin, peralatan, furnitur, hingga kendaraan milik perusahaan yang tidak akan dijual demi kelancaran proses produksi perusahaan.
Biasanya perusahaan akan menjual jenis aset yang satu ini ketika mereka berada di ambang kebangkrutan atau benar-benar membutuhkan uang mendesak. Perusahaan yang sampai menjual berbagai aset tetapnya bisa dikatakan sebagai perusahaan yang ada dalam situasi tak menguntungkan.
b. Aset Tidak Berwujud
Jenis aset tidak tetap lainnya yaitu aset tidak berwujud. Aset tak berwujud tidak bisa dilihat bentuknya, namun manfaatnya akan didapatkan oleh perusahaan dalam waktu lama. Jenis aset yang satu ini cukup istimewa, karena hanya bisa dirasakan keuntungannya dan perusahaan tidak perlu repot menyimpan barang fisiknya.
Berbagai contoh dari aset tak berwujud adalah hak cipta, hak paten, hak merek dagang
hak kontrak, hak kemitraan atau franchise, dan juga goodwill (keistimewaan tertentu bagi perusahaan). Ragam contoh dari aset tersebut memang tidak berwujud, namun bisa mendatangkan manfaat dalam jangka waktu lama nantinya.
c. Investasi Jangka Panjang
Contoh lain dari aset tak berwujud yaitu investasi jangka panjang yang dilakukan oleh pemerintah. Jenis aset yang satu ini nantinya bisa mendatangkan keuntungan pada perusahaan dalam jangka waktu lama, dan hasilnya tidak bisa diketahui dengan cepat. Contoh dari jenis aset investasi jangka panjang yaitu obligasi, surat utang negara, saham, dan lain sebagainya.
Perbedaan Aset Lancar Dan Tidak Lancar
Biasanya jenis aset tidak mudah dibedakan dan membuat para akuntan merasa bingung ketika akan membuat laporan keuangan. Berbagai perbedaan antara aset lancar dengan aset tidak lancar bisa diketahui melalui di bawah ini.
a. Dari segi waktu
Sebuah aset dinyatakan sebagai aset yang lancar apabila bisa dirubah menjadi uang dalam jangka waktu kurang dari 12 bulan. Sedangkan aset tersebut termasuk dalam aset tidak lancar jika tidak bisa dirubah dalam jangka waktu kurang dari atau sama dengan 12 bulan.
b. Dari segi tujuan
Jika tujuan pembelian aset tersebut adalah digunakan sebagai sarana membiayai kegiatan operasional perusahaan, nantinya aset tersebut disebut sebagai aset lancar. Sedangkan jika aset dibeli dengan tujuan disimpan atau menunjang proses produksi dalam jangka waktu lama, nantinya aset tersebut disebut sebagai aset tidak lancar.
c. Dari segi manfaat
Setelah itu, cara membedakan antara aset lancar dan aset tidak lancar adalah dari segi manfaat. Aset lancar memiliki manfaat untuk melakukan pembayaran langsung berbagai pengeluaran yang digunakan untuk produksi perusahaan. Sedangkan aset tidak lancar memiliki manfaat hanya sebagai jaminan ketika ingin meminjam uang dari pihak lain (bersifat kolateral).
Demikian informasi mengenai aset lancar dan tidak lancar, semoga bermanfaat.
_+_+