Jumat, 5 Juni 2026

Dirjen Budidaya Melalui BLUPPB Karawang Bangun Model Kluster Budi Daya Ikan Nila Salin di Lahan 16 Hektare

Photo Author
nurjayakbe, Nawacita Post
- Sabtu, 8 Juli 2023 | 19:09 WIB

Karawang, NAWACITAPOST.COM - Direktur Jenderal Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan Tubagus (TB) Haeru Rahayu saat meninjau pembangunan model kluster budidaya ikan nila salin di atas lahan seluas sekitar 16 hektare di area Balai Layanan Usaha Produksi Perikanan Budidaya (Kepala Balai Layanan Usaha Produksi Perikanan Budidaya (BLUPPB) Karawang di Desa Pusakajaya, Kecamatan Cilebar Karawang Muhamad Tahang) di Desa Pusakajaya, Kecamatan Cilebar Karawang Jawa Barat. Sabtu (8/7/2023).

"Dibangunnya model kluster tersebut, selain untuk mempermudah budidaya juga untuk mengantisipasi semakin terbatasnya industri ikan yang menggunakan media danau karena berbagai faktor."

"Kita membangun modeling ini diharapkan bisa dicopy paste oleh masyarakat dan kelompok industri. Kenapa Tilapia (jenis ikan cichlid)? Karena market nya luar biasa, tahun ini saja hampir 14 miliar dolar. "

"Selain mengedepankan ekonomi, kita juga ingin ada peningkatan budidaya berkelanjutan," ungkap Direktur Jenderal Perikanan Budidaya Tubagus Haeru Rahayu,Sabtu (8/7/2023)

Menurut Tubagus Haeru Rahayu, dengan dibangunnya model kluster seluas 16 hektare di BLUPPB Karawang , selain dapat menjadi percontohan bagi masyarakat dan industri budidaya ikan nila lainnya.

"Kita juga harapkan ini menjadi pemantik untuk menggeliatnya budidaya ikan nila salin serta menjadi pemicu semangat masyarakat pembudidaya untuk meningkatkan produktivitas sekaligus pemantik keterlibatan masyarakat untuk mereplikasi sistem budi daya yang dibangun," katanya

Sementara itu, Kepala Balai Layanan Usaha Produksi Perikanan Budidaya (BLUPPB) Karawang di Desa Pusakajaya, Kecamatan Cilebar Karawang Muhamad Tahang mengatakan guna untuk modeling budidaya ikan nila salin yang dibangun terdiri dari tandon, petak pemeliharaan kemudian saluran masuk, saluran keluar dan pengelolaan limbah

"Jadi saat ini kita investasi untuk 16 hektare ini sekitar Rp 11 miliar. Itu adalah investasi awal nantinya akan menghasilkan ukuran sekitar 50 gram kita pelihara sampai ukuran 700 gram,"

"Ia juga berharap investasi awal itu nantinya akan menghasilkan sekitar Rp 20 miliar." Pungkasnya (Nurjaya Bachtiar)

Editor: nurjayakbe

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Terkini