NAWACITAPOST.COM - Dalam kapasitasnya selalu Ketua Dewan Pembina Dewan Pengurus Pusat Central Analisa Strategis (DPP CAS), Muhamad Syahrir berharap melalui Kader Pemberdayaan Masyarakat Desa (KPMD), dapat memberikan konstribusi positif terhadap kemajuan Desa, sehingga pilar Desa berkelanjutan menuju kemakmuran dapat diwujudkan melalui proses berkeadilan untuk Indonesia Maju.
Hal tersebut disampaikan oleh Muhamad Syahrir, saat memberikan arahan dan bimbingan pada Pembukaan Kegiatan Pelatihan Kader Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPP CAS), yang dilaksanakan oleh DPP IPADES, DPP CAS Bekerjasama dengan Kementerian Desa, melalui virtual (zoom meeting), Rabu (15-01-2025)
Syahrir juga meminta kepada Presiden Prabowo beserta pihak terkait, agar nomenklatur Kementerian Desa PDTT dihapus kata Desa Tertinggalnya, dan lebih baik di ganti menjadi Desa Potensi.
"Desa Potensi artinya, seluruh sumberdaya di desa itu masih terbatas aksesnya, seperti jalan, jembatan, dan infrastruktur lainnya. Sebab Nama Desa Tertinggal, adalah Diskriminasi terhadap penduduk, dan dengan memakai nama desa tertinggal melanggar UUD 45, karena dapat diasumsikan pemerintah gagal melakukan pemerataan pembangunan," tegas Syahrir.
Sementara Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Pemuda Desa (DPP IPADES) Tarso Ngudi Nugroho dalam kesempatan memberikan sambutan sekaligus membuka secara resmi kegiatan pelatihan Kader Pemberdayaan Masyarakat Desa tersebut mengatakan bahwa pemuda sebagai kader terdepan perubahan di Desa.
"Maka sebagai sebagai agen perubahan, pemuda harus dibekali dengan wawasan pedesaan yang meliputi perencanaan hingga evaluasi. Disamping pengembangan BUMDes untuk menggali potensi sumber daya alam dan mengawal pemerintahan terutama program-program ketahanan pangan di Desa," ujar Tarso.
Lebih lanjut Tarso mengatakan bahwa perubahan global menuntut pemuda-pemuda di desa agar mampu mensikapi di Desa dan menjadi problem solving di Desa.
Adapun Ketua Umum DPP CAS Maulana Maududi saat dikonfirmasi seputar kegiatan ini mengharapkan agar segenap potensi anak bangsa khususnya di kalangan generasi muda, dapat tersahuti melalui agenda kerja yang terukur dan teruji kualitasnya.
"Meningkatkan kapasitas dan kapabilitas yang berhasil guna dan berdaya guna harus secara berkelanjutan dilaksanakan dengan sebaik-baiknya," ujar Maulana Maududi.
Adapun instruktur pada Pelatihan ini adalah para instruktur dari Kemendesa yang telah diakui lisensinya bertaraf nasional.
Dan pelatihan ini diikuti dari berbagai daerah di Indonesia sebagai langkah konkrit membekali para pemuda dan pemudi yang memiliki kualitas berfikir positif progresif dan mempunyai etos kerja inovatif konstruktif.