Jumat, 25 September 2026

Dari UMKM hingga Business Matching, FESyar Jawa 2026 Tantang Ekonomi Syariah Naik Kelas

Photo Author
Elya Yuddy Irawan, Nawacita Post
- Jumat, 25 September 2026 | 13:47 WIB

 

SURABAYA, NAWACITAPOST.COM — Ekonomi syariah kembali mendapat panggung besar di Kota Surabaya. Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Jawa 2026 resmi digelar mulai 25 hingga 27 September 2026, membawa agenda pameran, forum ekonomi, kompetisi hingga business matching.

Digelar oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, FESyar Jawa 2026 mengusung tema “Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi dan Keuangan Syariah Regional Berkelanjutan melalui Sinergi dan Transformasi Digital.”

FESyar ini menjadi bagian dari rangkaian menuju Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026. Artinya, kegiatan tidak hanya diarahkan sebagai festival, tetapi juga menjadi ruang mempertemukan pelaku usaha syariah dengan pasar, lembaga keuangan dan calon mitra bisnis.

Ada empat agenda utama yang menjadi perhatian, yakni Sharia Forum, Sharia Fair & Showcase UMKM, Business Matching, serta Sharia Competition.

Rangkaian kegiatan juga mencakup business coaching, business matching perdagangan, seminar, fashion show, kajian, kompetisi ekonomi syariah hingga Jatim Syariah Award.

Salah satu agenda yang menarik perhatian pada pembukaan FESyar Jawa 2026 adalah Indonesia International Halal Chef Competition (IN2HCC). Kompetisi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan potensi industri halal, termasuk kuliner, ke pasar yang lebih luas.

FESyar juga tidak hanya berlangsung di ruang pameran. Sejumlah kegiatan pendukung digelar di berbagai lokasi, termasuk Tabligh Akbar di Masjid Al-Akbar Surabaya.

Sementara itu, 5th International Conference on Islamic Economics, Business and Philanthropy (ICIEBP) 2026 di Universitas Airlangga pada 25–26 September juga menjadi salah satu satellite event dalam rangkaian FESyar Jawa 2026.

Namun, ukuran keberhasilan FESyar tentu bukan hanya jumlah pengunjung dan meriahnya acara.

Data FESyar Jawa 2025 dapat menjadi pembanding. Saat itu, BI mencatat terdapat 203 UMKM syariah yang berpartisipasi dengan nilai penjualan mencapai Rp6,8 miliar.

Selain itu, business matching menghasilkan komitmen pembiayaan sekitar Rp29,66 miliar, sedangkan komitmen perdagangan mencapai Rp25,66 miliar. Jumlah pengunjung offline tercatat 49.320 orang, sementara pengunjung online mencapai 207.076 orang.

Karena itu, FESyar Jawa 2026 kini menghadapi pertanyaan yang lebih konkret: seberapa besar transaksi dan pembiayaan yang benar-benar tercipta, serta sejauh mana kegiatan tersebut berdampak pada pelaku UMKM syariah setelah festival berakhir?

Dengan rangkaian kegiatan hingga 27 September, publik tentu menunggu bukan sekadar angka pengunjung, tetapi juga berapa nilai transaksi, kontrak bisnis, pembiayaan dan perluasan pasar yang benar-benar berhasil dibawa pulang pelaku usaha.

FESyar Jawa 2026 pada akhirnya bukan hanya soal festival ekonomi syariah. Ukuran terbesarnya berada pada kemampuan mengubah pertemuan, promosi dan business matching menjadi aktivitas ekonomi yang berkelanjutan bagi pelaku usaha.

Editor: Elya Yuddy Irawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini