Sabtu, 18 Juli 2026

Lakukan Kunjungan Kerja Ke KPH Mojokerto, Direktur Operasi Perhutani Tertarik Pengembangan Teknik Pembibitan Tebu

Photo Author
Tiarsin Nawacita, Nawacita Post
- Sabtu, 24 Februari 2024 | 19:49 WIB
Administratur Perhutani Mojokerto Rusydi (kiri) dan Natalas Anis Harjanto (kanan) Administratur Perhutani Mojokerto Rusydi (kiri) saat di Petak Tanaman Tebu di RPH Garing (foto istimewa)
Administratur Perhutani Mojokerto Rusydi (kiri) dan Natalas Anis Harjanto (kanan) Administratur Perhutani Mojokerto Rusydi (kiri) saat di Petak Tanaman Tebu di RPH Garing (foto istimewa)

NAWACITAPOST.COM - Direktur operasi perum perhutani antusias dan tertarik pengembangan metode pembibitan tebu yang lebih efisien dan berkualitas, dengan teknik Bud Chips di Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Mojokerto saat peninjauan lapangan untuk melihat secara langsung kegiatan pengembangan Agroforestry Tebu Mandiri (ATM) di Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Garung, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Kambangan, Kecamatan Sambeng, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, pada Jum'at (23/02/2024).

Administratur Perhutani Mojokerto Timur melalui Denny Yadianurtopo Koordinator Pengawalan ATM, menyampaikan dengan teknik Bud Chips nantinya akan dihasilkan bibit tebu, dalam jumlah yang lebih banyak dan menghemat penggunaan bibit saat pembibitan.

Baca Juga: Awali Tahun 2024, Perhutani KPH Mojokerto Siap Kompak Untuk Kinerja Excellent dan Jadi Pemenang

"Banyak faktor yang mempengaruhi rendahnya produksi gula, salah satunya dikarenakan rendahnya kualitas bibit tebu," ungkapnya Denny Yadianurtopo.

Denny Yadianurtopo menambahkan, metode Bud Chips diyakini dapat meningkatkan kualitas bibit tebu, dan teknik Bud Chips sendiri dilakukan dengan melakukan pengeboran di sekitar mata tunas secara melingkar, dengan mengikutsertakan sebagian titik akar tumbuh.

Baca Juga: Laksanakan Giat Monitoring, KPH Jombang Gelar Trail Keliling Hutan

"Dengan cara ini bisa menghasilkan 10-15 anakan tanaman, jumlah yang lebih banyak dibanding dengan cara menanam konvensional yang hanya menghasilkan 8-10 anakan tanaman," imbuhnya.

Tak hanya itu, menurut Denny Yadianurtopo mengatakan, metode Bud Chips mampu menghemat bibit hingga enam kali dibanding dengan cara menanam konvensional.

Baca Juga: Agroforestry Tebu di KPH Jombang, Asdep Kementerian BUMN Resmikan Panen Perdana di Ngujung Barat

Penggunaan teknik Bud Chips hanya membutuhkan bibit 1-2 ton per hektar, sedangkan penanaman konvensional membutuhkan bibit hingga 6-7 ton per hektar.

"Apalagi bibit tebu yang ditanam pun bisa berproduksi hingga 95 ton per hektar. Sedangkan dengan metode bagal (konvensional) hanya mencapai 65 ton per hektarnya,” kata Denny Yadianurtopo sambil memamerkan pertumbuhan demplot tanaman tebu metode Bud Chips yang ada di depannya.

Baca Juga: Perhutani KPH Jombang Peduli, Serahkan Hewan Qurban Kepada Masyarakat Desa Sekitar Hutan

Sementara Kunjungan kerja Direktur Operasi Perhutani Natalas Anis Harjanto didampingi Kepala Divisi Multi Usaha Kehutanan (MUK) Perum Perhutani, Errik Alberto Kepala Departemen PSDH dan Produksi Divisi Regional Jawa Timur, Gunawan Sidik Pramono

Kunjungan kerja tersebut diterima langsung oleh Administratur Perhutani Mojokerto Rusydi beserta jajarannya.

Halaman:

Editor: Tiarsin Nawacita

Sumber: Release Kom-PHT/Mjkt/Eko Wahyudi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini