Kamis, 4 Juni 2026

Ini Pencapaian Kinerja Gemilang Bank Kalbar Menutup Tahun 2023, Berikut ini Upaya Membendung Arus Keluar Capital Outflow

Photo Author
Ade Nawacita, Nawacita Post
- Minggu, 7 Januari 2024 | 13:47 WIB
Bank Kalbar Menutup Tahun 2023 Dengan Kinerja Gemilang (Foto: Bank Kalbar)
Bank Kalbar Menutup Tahun 2023 Dengan Kinerja Gemilang (Foto: Bank Kalbar)

NAWACITAPOST.COM - Proyeksi lembaga-lembaga keuangan dunia bahwa perekonomian global akan menghadapi tantangan berat di tahun 2023 sudah terbukti. Saat ini negara-negara maju terus berjibaku dengan kenaikan suku bunga akibat inflasi yang melemahkan perekonomian mereka.

Volatilitas harga komoditas masih menjadi faktor penting yang mempengaruhi laju inflasi serta kebijakan moneter dan kinerja ekonomi semua negara, berbagai negara kemudian merespons kenaikan inflasi tersebut melalui kebijakan moneter dengan menaikkan suku bunga untuk mengendalikan permintaan agregat.

Inilah yang memukul perekonomian negara-negara tersebut, sehingga mengalami perlemahan yang cukup tajam pada tahun ini. Di tengah kondisi perekonomian yang belum sepenuhnya pulih dan bahkan cenderung sulit, karena dipicu oleh kondisi ekonomi diAmerika, Asia dan Eropa yang dalam kondisi tidak baik-baik saja.

Baca Juga: Baca Visi - Misi Pasangan Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden Pemilu 14 Februari 2024, Sebelum Malakukan Pemilihan Di TPS.

Hal ini di buktikan dengan kenaikan suku bunga di sejumlah negara maju, sejalan dengan hal tersebut kondisi perekonomian Indonesia turut terimbas di mana yang terjadi adalah capital outflow yang cukup besar keluar dari Indonesia.

Dalam upaya membendung arus keluar Capital Outflow, maka Bank Indonesia berupaya terus menjaga dengan menaikkan suku bunga acuan dan melakukan kebijkan uang ketat, hal ini sudah barang tentu sangat membebani perbankan, di sisi lain terdapat perlambatan penerimaan pajak sehingga pemerintah dalam upaya menyerap dana-dana Masyarakat mengeluarkan kebijakan dengan menerbitkan SUKUK, OBLIGASI dan SBN.

“Meskipun demikian, Bank Kalbar sebagai lembaga keuangan milik pemerintah Provinsi, Kabupaten dan Kota se-Kalimantan Barat, masih memperlihatkan kinerja positif yang di buktikan dengan posisi keuangannya sampai dengan 31 Desember 2023 (Unaudit) sangat baik,” ucap Direktur Utama Bank Kalbar, H. Rokidi.

Baca Juga: Pemilu 2024 Memanas : Viral ! 'Rakyat Maunya Ganjar Bukan Prabowo'

Hal tersebut disampaikan Direktur Utama Bank Kalbar, H. Rokidi pada Press Release yang diselenggarakan pada pembuka tahun 2024 di Aula Lantai 5 PT. Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Barat (Bank Kalbar) Jalan Rahadi Usman Pontianak Kalimantan Barat Pada hari Selasa (2 Januari 2024).

Pada kesempatan itu Direktur Utama Bank Kalbar, Rokidi mengumumkan kinerja keuangan Tahun 2023, di mana Total Aset tumbuh 6,66 persen di angka Rp25,15 triliun, posisi likuiditas Bank terjaga dengan baik.

Hal ini tercermin pada pertumbuhan Dana Pihak Ketiga sebesar 8,16 persen menjadi sebesar Rp.18,97 triliun dan rasio dana murah (CASA) tetap baik mencapai 62,05 persen. Kredit yang diberikan tercatat tumbuh 7,67 persen menjadi Rp15,58 triliun, dengan kualitas portofolio kredit cukup terjaga pada posisi NPL 1,86% jauh dari batas yang ditetapkan oleh regulator Maksimal 5 persen.

Baca Juga: Film 'Kereta Berdarah', Misteri dan Ketegangan di Balik Perjalanan yang Mengerikan. Catat tanggal Tayangnya!

Bank Kalbar berhasil menjaga pengelolaan kualitas aset yang sehat melalui penerapan prosedur penilaian risiko yang sangat hati-hati dan teliti serta mendorong pemulihan kredit yang direstrukturisasi menjadi normal Kembali atau lunas.

Dengan upaya tersebut Non-Performing Loan (NPL) dapat dipertahankan di level yang aman. Bank Kalbar juga melakukan upaya berkelanjutan untuk perbaikan NPL melalui prosesproses penyelesaian kredit secara persuasif maupun pelelangan barang agunan.

Halaman:

Editor: Ade Nawacita

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini