daerah

Ketua DPRD Blitar Suwito Memperkenalkan 'Nutrisi' Pupuk Organik Bagi Petani

Kamis, 7 September 2023 | 15:39 WIB

NAWACITApost.com  - Ketua DPRD Kabupaten Blitar Suwito Saren Satoto melihat para petani kerap dipusingkan mempertahankan produksi panen di tengah kelangkaan pupuk. Sehingga perlu ada terobosan bagaimana petani tidak terlalu bergantung pada keberadaan pupuk yang sulit dicari atau mahal bila ada. Disini para petani dipertemukan dengan komunitas Ngaji Tani untuk mensosialisasikan pupuk bokashi atau organik ke warga sekitar.

Suwito Saren dalam hal ini menggandeng para ahli pertanian untuk mengajarkan para kelompok tani bagaimana memanfaatkan sumber daya yang ada seperti kotoran ternak dan bahan sisa lain untuk dijadikan pengganti pupuk. Dengan menggandeng tim Ngaji Tani mensosialisasikan pengganti pupuk bernama ‘Nutrisi’ kepada gabungan kelompok tani yang berkumpul di Kecamatan/Desa Wonotirto, Dusun Krajan pada Selasa malam (6/9/2023).

“Pada kesempatan ini kita bersama-sama membuat pupuk bokashi atau pengganti pupuk berbahan organik supaya kita bisa meringankan biaya pertanian. Karena pupuk subsidi ini sulit dicari dan persyaratannya macam-macam seperti SPPT (surat pajak tanah) yang tidak bisa dipenuhi semua petani di sini. Jika petani bisa membuat pupuk sendiri maka kesulitan pupuk subsidi bisa diatasi secara mandiri,” kata Suwito.

Menurutnya, Kabupaten Blitar mempunyai potensi pertanian luar biasa dengan lahannya yang luas seperti di Kecamatan Wonotirto, yang mana memiliki kendala pupuk langka. Positifnya para petani tidak patah semangat untuk terus bertani dan meningkatkan produksi panen supaya tetap maksimal di tengah kesulitan yang ada.

“Para petani punya semangat dan kesadaran bagaimana mereka bisa merdeka dari pupuk kimia. Dan disinilah tugas saya sebagai bagian pemerintah yang duduk di DPRD menghubungkan mereka dengan ahlinya, menyemangati mereka, atau barangkali ada yang ada yang bisa saya bantu seperti mengadakan alatnya seperti drum wadah pupuk,” ujar Suwito.

Pada kegiatan tersebut Suwito duduk bersama dengan warga, mendengarkan dan tanya jawab tentang cara pembuatan pupuk pada ahlinya. Melihat antusias petani, Suwito ingin, ke depan ada peran serta pemerintah yang secara langsung memberi fasilitasi, seperti memberikan bantuan alat-alat pertanian seperti alat semprot pupuk.

“Dalam mendorong pertumbuhan dan kesejahteraan petani negara harus hadir. Maka itu saya ingin semangat petani dan kesuksesan mereka yang telah berhasil merdeka dari pupuk kimia menggunakan pupuk organik nutrisi ini harus kita tularkan,”tutur Suwito

Sementara, salah satu petani asli Dusun Krajan Desa Wonotirto Saelan mengaku tertarik menggunakan Nutrisi ini. Lantaran dirinya sendiri mengakui sulit mencari pupuk subsidi yang disamping itu pupuk yang disebutkan subsidi harganya masih tergolong mahal.

“Saya tertarik dari murahnya tadi itu mas, serta hasil panennya lebih bagus tadi. Maka itu saya salut sama orang yang diatas seperti Pak Wito yang peduli petani dengan menggelar diskusi penyuluhan agar petani bisa mendapat ilmu baru,” kata Saelan.

Selain tebu, jenis tanaman yang ditanam petani di Kecamatan Wonotirto mayoritas cabai dan jagung. Lalu juga ada banyak peternak sapi, yang mana produksi ternak juga bisa digenjot lebih bagus menggunakan Nutrisi ini.

Penulis : Frins Maurins

Tags

Terkini