NAWACITAPOST.COM - Wakil Ketua Komisi C DPRD Surabaya, Aning Rahmawati, menyoroti minimnya ketersediaan rumah susun sewa (Rusunawa) di Surabaya yang berbanding jauh dengan tingginya jumlah pendaftar. Ia menyebut, data dari Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, Pertanahan (DPRKPP) menunjukkan ada 10.527 antrean untuk mendapatkan Rusunawa di kota ini.
“Antrean sebanyak itu menunjukkan kebutuhan besar. Para pendaftar ini umumnya tidak memiliki rumah dan kemampuan finansial mereka terbatas untuk membeli rumah. Pemerintah kota wajib hadir memenuhi hak dasar papan bagi masyarakat,” ujar Aning, Kamis (16/1/2025), dikutip dari kanal YouTube Rajawarta.
Ia mengungkapkan bahwa Rusunawa di Surabaya sangat terbatas, hanya dapat menampung 136 warga miskin (gakin), sesuai aturan Perwali. Dengan demikian, sebanyak 10.300 lebih pendaftar lainnya belum bisa terfasilitasi.
Baca Juga: Tunda Bayar Kontraktor Pemkot Surabaya, Ketua Komisi C: Februari Selesai
“Meski bukan kategori gakin, mereka yang antre e-Rusun umumnya tidak punya rumah dan tak mampu membeli rumah. Ini tugas pemerintah untuk memberikan solusi,” tegas Aning.
Tantangan Pembangunan Rusunami
Aning juga menyinggung pembangunan rumah susun milik (Rusunami) di Surabaya. Contohnya, dua tower Rusunami di Wonorejo yang berisi 24 unit. Namun, setelah sosialisasi selama setahun, hanya satu penghuni Rusunawa yang berminat.
“Harga Rusunami menjadi kendala besar. Mereka yang terbiasa membayar Rp5.000 hingga Rp150.000 per bulan di Rusunawa, kini harus menyiapkan Rp2 juta per bulan untuk Rusunami, belum termasuk uang muka. Meskipun YKP menawarkan kemudahan, seperti tanpa DP dan perpanjangan angsuran, daya beli masyarakat tetap menjadi tantangan,” jelasnya.
Baca Juga: Wali Kota Eri Alokasikan Rp6,03 Triliun untuk Pembangunan, Fathoni: Bukti Keseriusan
Aning berharap lahan seluas 56 hektare di Wonorejo dapat dimanfaatkan untuk membangun hingga 3.000 unit Rusunami. Namun, ia menekankan pentingnya sinkronisasi data antara DPRKPP dan YKP terkait minat warga.
“Berdasarkan survei DPRKPP, ada 490 orang yang berminat, tetapi data YKP menyebut hanya satu penghuni Rusunawa yang tertarik. Komunikasi harus diperkuat agar peluang ini benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat,” tambahnya.
Rencana Pembangunan Rusunami Baru
Lebih lanjut, Aning mengungkapkan rencana pembangunan dua Rusunami baru di Sememi dan Tambak Wedi. Kedua lokasi ini direncanakan memiliki lebih dari tiga lantai untuk menampung lebih banyak penghuni.
“Pembangunan Rusunami ini harus didukung perencanaan yang matang, termasuk mempertimbangkan kondisi tanah dan desain bangunan. Kami juga masih membahas apakah YKP akan dikelola sebagai perusahaan daerah (perseroda) dengan penugasan dari pemerintah kota,” katanya.
Baca Juga: Harga LPG 3kg Melonjak, Baktiono: Beban Berat untuk Masyarakat Kecil
Aning juga mengingatkan bahwa anggaran dari APBD dan APBN harus dihitung ulang karena hingga saat ini belum ada kepastian dana dari pemerintah pusat untuk pembangunan Rusunawa.