NAWACITAPOST.COM - Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur mencatat kinerja inflasi di Provinsi Jawa Timur sepanjang tahun 2024 sebesar 1,51% secara tahunan (year-on-year). Angka ini menunjukkan bahwa inflasi Jawa Timur tetap berada dalam rentang target nasional sebesar 2,5% ± 1%, meskipun berbagai faktor eksternal dan internal memengaruhi stabilitas harga.
Kepala BPS Jawa Timur, Zulkipli, menyampaikan bahwa capaian ini merupakan hasil pengelolaan yang cukup baik di tengah dinamika fluktuasi harga beberapa komoditas utama.
“Sepanjang 2024, ada pergerakan harga pada sejumlah komoditas yang signifikan terhadap perkembangan inflasi. Kenaikan harga emas dunia, misalnya, mendorong inflasi pada komoditas emas perhiasan. Selain itu, berkurangnya produksi kopi global juga menjadi salah satu faktor pendorong harga kopi di pasar,” ungkap Zulkipli dalam acara paparan Berita Resmi Statistik (BRS) di Surabaya.
1. Fluktuasi Harga Komoditas Utama
Beberapa komoditas strategis mengalami kenaikan harga sepanjang tahun, di antaranya:
- Emas Perhiasan: Kenaikan harga emas dunia secara langsung memengaruhi harga emas perhiasan di pasar domestik.
- Kopi: Penurunan produksi dari negara-negara penghasil utama, seperti Brasil dan Vietnam, menyebabkan kenaikan harga kopi global.
- Minyak Goreng: Harga crude palm oil (CPO) yang melonjak turut mendorong kenaikan harga minyak goreng.
- Produk Hortikultura: Komoditas seperti cabai rawit, cabai merah, bawang merah, dan tomat mencatat fluktuasi harga akibat siklus panen yang tidak merata dan dampak El Nino, yang memperlambat masa panen padi di sejumlah wilayah.
- Produk Peternakan: Kenaikan harga pakan unggas berdampak pada inflasi komoditas daging ayam ras dan telur ayam ras.
2. Kebijakan Pemerintah
Beberapa kebijakan turut memengaruhi inflasi, di antaranya:
- Penyesuaian Harga BBM Non-Subsidi: Sepanjang 2024, PT Pertamina (Persero) beberapa kali menaikkan harga bahan bakar minyak non-subsidi, yang berdampak pada biaya transportasi dan logistik.
- Kenaikan Cukai Rokok: Tarif cukai rokok naik sebesar 10% sesuai PMK No. 191/2022, yang berlaku untuk periode 2023-2024.
- Kebijakan DMO Minyak Goreng: Permendag 18 Tahun 2024 mengubah distribusi minyak goreng rakyat menjadi hanya dalam bentuk Minyakita, disertai penyesuaian harga eceran tertinggi (HET).
- Penyesuaian Tarif Tiket Pesawat: Peningkatan harga tiket pesawat selama momen libur Natal dan Tahun Baru, yang berlangsung selama 16 hari, turut memberikan dampak terhadap inflasi.
Inflasi Bulan ke Bulan (Desember 2024)
Pada Desember 2024, inflasi bulan ke bulan (month-to-month) Jawa Timur tercatat sebesar 0,46%. Kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang utama dengan andil sebesar 0,40%. Komoditas yang paling dominan dalam inflasi bulan Desember adalah:
- Telur ayam ras
- Cabai rawit
- Cabai merah
- Bawang merah
- Minyak goreng
Inflasi Tahun ke Tahun (2024)
Secara tahunan (year-on-year), inflasi Jawa Timur pada 2024 mencapai 1,51%. Penyumbang terbesar inflasi tahunan berasal dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau (0,55%) serta kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya (0,42%).
Komoditas utama yang memberikan andil besar terhadap inflasi tahunan adalah:
- Emas perhiasan
- Daging ayam ras
- Minyak goreng
- Bawang merah
- Beras
Zulkipli menambahkan bahwa keberhasilan menjaga inflasi Jawa Timur pada 2024 tidak terlepas dari koordinasi yang baik antara pemerintah daerah, lembaga terkait, dan masyarakat. Namun, tantangan ke depan tetap ada, terutama dalam menjaga stabilitas harga pangan yang cenderung rentan terhadap cuaca ekstrem dan dinamika pasar global.
“Ke depan, Jawa Timur harus terus memperkuat sistem distribusi dan pengelolaan stok pangan, khususnya untuk komoditas strategis, agar inflasi tetap terkendali,” tutup Zulkipli. ***