daerah

KSH Sawunggaling: Kembalikan KSH Seperti yang Dulu!

Senin, 8 Mei 2023 | 10:22 WIB
Reses Dyah Katarina kepada KSH kelurahan Sawunggaling, Minggu 7 Mei 2023

Surabaya NAWACITAPOST - Ratusan Ibu-ibu KSH kelurahan Sawunggaling, Wonokromo menjadi saksi 'Janji' Dyah Katarina anggota Komisi D DPRD Surabaya dalam agenda resesnya, untuk memperjuangkan usulan-usulan mereka ke Pemerintah Kota Surabaya.

"Laporan dan usulan panjenengan saya pastikan nyampai ke Walikota Surabaya bapak Eri Cahyadi, " Janji Dyah Katarina Legislator PDI Perjuangan ini, Minggu 7 Mei 2023.

"Kalau warga se-Surabaya usul satu per satu, Pemerintah pasti kewalahan, maka dari itu ada anggota DPR atau DPRD yang mewakili atau menjembatani semua keluhan, saran, kritik dan ide masyarakat kepada Pemerintah, " Terangnya.

-


Selain itu, Politisi PDI Perjuangan ini juga menjelaskan bahwa tugas dan fungsi Dewan adalah bersama-sama Pemerintah menyusun anggaran dan membuat peraturan daerah.

Di agenda yang sama Ketua RW XI, Rifa'i mengaku acara reses ini diikuti ratusan kader KSH se-kelurahan Sawunggaling. "Melalui reses ini, kami berharap warga, terutama para KSH mendapat manfaat yang positif khususnya untuk kesejahteraan masyarakat.

Di puncak agenda, Dyah Katarina banyak sekali menjaring keluhan dari para kader KSH, bahkan sempat terjadi perdebatan karena beda persepsi, pengetahuan dan perintah.

Saat ini, KSH merasa seolah-olah hanya dipakai sebagai pelengkap. Pendataan yang telah dilakukannya, tidak pernah dipakai sehingga tidak ada perubahan dan akhirnya KSH yang dipersalahkan warga.

KSH juga mengeluh banyaknya pekerjaan yang dibebankan, yang jadi masalah, memang ada KSH yang bertanggung jawab, tapi ada juga KSH yang ogah-ogahan tidak mau kerja, hanya membantu mengisi aplikasi.

"Mereka mengusulkan KSH dievaluasi ulang dan kalau bisa, diberlakukan seperti dulu atau kembali ke Kader sosial, kerja bareng-bareng meskipun SPJ-nya kecil," ucap Dyah menyampaikan usulan Kader KSH.

Di lapangan, KSH mengaku banyak penerima bantuan Gamis yang salah sasaran. "Ada yang punya mobil tapi rumahnya ada stiker Gamis, sementara ada yang pengajuan ditolak gegara punya motor butut," ucap Dyah masih menyampaikan keluhan KSH.

"Bahkan, ada temuan Predikat Gamis hanya sebuah tempelan, tapi orangnya ndak pernah dapat bantuan," tambahnya.

Yang menarik, KSH sempat berdebat terkait pengisian ASW (Aplikasi Sayang Warga). "Yang satu mengisi sesuai instruksi tapi salah, yang satu berusaha menjelaskan tapi tidak diterima yang lain. Ada perbedaan petunjuk antara pihak Kelurahan/kecamatan dengan Pihak Dinas Kesehatan," ungkap Dyah.

"Ini akan menjadi catatan besar saya, segera masuk ke Pokir untuk kita Paripurnakan bersama Pemerintah kota," tukas DPRD 2 periode ini. (BNW)

Tags

Terkini